Sabtu, Juni 6, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalSri Mulyani: APBN Jadi Tameng Krisis, Reformasi Pajak dan Efisiensi Belanja Jadi...

Sri Mulyani: APBN Jadi Tameng Krisis, Reformasi Pajak dan Efisiensi Belanja Jadi Kunci!

JAKARTA, IndoBisnis – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berperan sebagai pelindung ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Ia menekankan bahwa APBN harus dikelola dengan sehat dan berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat Indonesia.

dalam pernyataannya, Sri Mulyani menyoroti tiga pilar utama dalam pengelolaan APBN, yaitu peningkatan penerimaan negara, belanja yang berkualitas, dan pembiayaan inovatif.

“APBN adalah instrumen yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, kami terus mendorong reformasi pajak, memastikan belanja negara lebih efisien, serta mengembangkan pembiayaan inovatif agar ekonomi tetap tumbuh berkualitas,” ungkapnya, Rabu (12/2/2025) mengutip www.kemenkeu.go.id.

Untuk meningkatkan penerimaan negara, Kementerian Keuangan berinvestasi dalam sistem perpajakan modern seperti Coretax dan CEISA. Namun, Sri Mulyani mengakui bahwa implementasi sistem ini masih menghadapi kendala.

“Saya tahu ada yang mengeluh tentang Coretax, tetapi kami berkomitmen untuk terus meningkatkannya. Sistem ini menangani lebih dari 8 miliar transaksi, dan kami ingin memastikan Indonesia memiliki sistem pajak digital yang andal dan memudahkan wajib pajak,” jelasnya.

Dalam hal pengelolaan belanja, Sri Mulyani menegaskan bahwa kementerian dan lembaga harus melakukan efisiensi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Fokusnya adalah belanja yang lebih efektif, bersih, dan terarah, terutama dalam melayani kebutuhan rakyat.

“Kami memastikan bahwa anggaran digunakan untuk hal yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, sesuai dengan prinsip efisiensi dan transparansi,” ujarnya.

Menkeu juga mendorong penggunaan pembiayaan inovatif seperti kemitraan publik-swasta dan optimalisasi peran BUMN dalam pembangunan nasional.

Ia menegaskan bahwa semua kebijakan fiskal diarahkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, pemerataan kesejahteraan, dan pencapaian tujuan nasional.

“Kami akan menggunakan semua instrumen yang tersedia untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan pembangunan berjalan dengan baik,” pungkas Sri Mulyani. Red.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments