Sabtu, September 5, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalAisyiyah 109 Tahun: Dari Tidore, Perempuan dan Dakwah Kemanusiaan Jadi Kekuatan Pembangunan

Aisyiyah 109 Tahun: Dari Tidore, Perempuan dan Dakwah Kemanusiaan Jadi Kekuatan Pembangunan

  • Ringkasan Berita:
  • Milad ke-109 Aisyiyah menjadi momentum Pemkot Tidore Kepulauan dan Pemprov Maluku Utara memperkuat kolaborasi pembangunan.
  • Perempuan dan organisasi masyarakat dinilai punya peran strategis dalam pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, kemanusiaan, serta menjaga perdamaian di tengah keberagaman.

 

TIDORE KEPULAUAN — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menilai kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Pesan tersebut disampaikan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Kota Tidore Kepulauan, Sofyan Saraha, saat mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan dalam peringatan Milad ke-109 Aisyiyah di Aula SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Maluku Utara itu mengangkat tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian.”

Dalam sambutannya, Sofyan menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-109 Aisyiyah. Ia mengatakan, perjalanan panjang Aisyiyah menunjukkan keteguhan dan keikhlasan organisasi tersebut dalam memberikan pengabdian kepada umat dan bangsa.

“Pemerintah Daerah Kota Tidore menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya Milad ke-109 Aisyiyah. Kami percaya, usia ini membuktikan perjalanan panjang, keteguhan, serta keikhlasan Aisyiyah dalam mengabdi untuk umat dan bangsa,” ungkap Sofyan.

Menurut Sofyan, sejak awal berdiri, Aisyiyah konsisten membawa semangat Islam berkemajuan melalui berbagai bidang pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menyebut pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan penguatan peran perempuan sebagai sejumlah bidang yang selama ini menjadi bagian dari kiprah Aisyiyah.

“Aisyiyah hadir membawa perubahan melalui pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, serta penguatan peran perempuan dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Sofyan menilai kiprah Aisyiyah juga memperlihatkan semakin pentingnya posisi perempuan dalam pembangunan.

Menurutnya, perempuan bukan hanya menjadi penerima manfaat dari berbagai kebijakan pembangunan, tetapi juga merupakan aktor penting yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.

Karena itu, ia menekankan bahwa pembangunan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan tantangan pembangunan.

Kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting untuk menciptakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsudin Abdulkadir mengatakan semangat memperkokoh dakwah kemanusiaan yang diusung Aisyiyah harus terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Samsudin, dakwah tidak semata-mata berkaitan dengan penyampaian ajaran agama, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang menghadirkan kepedulian, keadilan, dan manfaat bagi sesama.

“Di tengah kehidupan masyarakat yang dinamis, nilai-nilai kemanusiaan harus diperkuat. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh, melainkan menjadi alasan untuk membangun kebersamaan dan perdamaian,” kata Samsudin.

Ia menegaskan, semangat tersebut penting untuk terus dijaga di Maluku Utara yang memiliki keberagaman budaya dan kehidupan sosial masyarakat.

Samsudin mengatakan keberagaman masyarakat Maluku Utara harus ditempatkan sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan menjadi alasan terjadinya perpecahan.

Menurutnya, kehidupan masyarakat yang damai membutuhkan sikap saling menghormati, kepedulian, serta kesediaan seluruh pihak untuk membangun kebersamaan.

Momentum Milad ke-109 Aisyiyah pun diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan dakwah yang berorientasi pada kemanusiaan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Pesan yang disampaikan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara tersebut menegaskan bahwa pembangunan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Aisyiyah dinilai memiliki peran strategis melalui kiprahnya di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, peringatan Milad ke-109 Aisyiyah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat gerakan bersama untuk menciptakan masyarakat Maluku Utara yang lebih peduli, inklusif, damai, dan saling menghargai.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments