Jumat, Oktober 16, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasional8 Bandara Ditutup, 170 Ribu Penumpang Terdampak

8 Bandara Ditutup, 170 Ribu Penumpang Terdampak

  • SOROTAN LAPORAN :
  • Kemenhub memperpanjang penutupan delapan bandara hingga pukul 24.00 WIB.
  • Akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 1.558 penerbangan tertunda dan 170 ribu penumpang terdampak. 

Poin-poin penting ini ditulis oleh para reporter dan editor yang mengerjakan berita ini.

TANGERANG — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperpanjang penutupan sementara delapan bandara hingga Minggu (6/9/2026) pukul 24.00 WIB akibat penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hingga pukul 17.00 WIB, tercatat 1.558 penerbangan tertunda dan sekitar 170.000 penumpang terdampak.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah memperoleh informasi terbaru mengenai perubahan arah angin dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kondisi debu yang tadi siang anginnya mengarah ke Barat, sekarang informasi dari BMKG anginnya mengarah ke Timur dengan kecepatan 5 knot pada level 15.000 feet. Melihat informasi tersebut dan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan, maka kami memutuskan delapan bandara tersebut akan kami tutup sampai 24.00 WIB,” ujar Dudy di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (6/9).

Kedelapan bandara yang masih ditutup terdiri atas Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug Tangerang, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung, serta Atung Bungsu Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pergerakan abu vulkanik. Koordinasi dilakukan bersama operator penerbangan, pengelola bandar udara, penyedia layanan navigasi, BMKG, serta pemangku kepentingan terkait.

Perubahan arah angin menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keamanan ruang udara. Karena itu, pemerintah belum mengambil risiko dengan membuka kembali fasilitas penerbangan sebelum kondisi dinilai memungkinkan.

Dampak penutupan delapan bandara tercermin dari jumlah penerbangan yang terganggu. Berdasarkan pemantauan hingga pukul 17.00 WIB, sebanyak 1.558 penerbangan mengalami penundaan, sementara sekitar 170.000 penumpang tertahan.

Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu titik dengan dampak terbesar. Hingga pukul 17.06 WIB, tercatat 963 penerbangan terdampak, terdiri atas 453 kedatangan dan 510 keberangkatan.

Data tersebut menunjukkan gangguan operasional tidak hanya memengaruhi jadwal maskapai, tetapi juga mobilitas puluhan ribu pengguna jasa penerbangan.

Menhub Dudy menegaskan maskapai tetap memiliki kewajiban memenuhi hak penumpang selama penghentian operasional berlangsung.

Maskapai harus memberikan informasi mengenai perubahan status penerbangan sekaligus menyediakan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku bagi pengguna jasa yang terdampak.

Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah bandar udara alternatif untuk membantu mengurangi antrean perjalanan.

Beberapa pilihan yang disiapkan meliputi Bandara Kertajati, Bandara Juanda, Yogyakarta International Airport (YIA), serta bandara di Semarang dan Solo.

Apabila maskapai mengalihkan penerbangan ke salah satu lokasi tersebut, penumpang akan memperoleh dukungan transportasi darat menuju bandara alternatif.

“Transportasi alternatif gratis. Bandara mana yang mau digunakan, InJourney akan menyediakan, dengan berkoordinasi bersama Angkasa Pura dan airlines. Penumpang akan diinfo oleh airlines jika airlines mau take off landing di bandara alternatif,” kata Dudy.

Skema tersebut mencakup pilihan perjalanan menggunakan bus maupun kereta api sehingga penumpang tetap memiliki akses menuju lokasi penerbangan pengganti.

Kemenhub bersama BMKG dan seluruh unsur terkait masih memantau perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Keputusan mengenai pembukaan kembali delapan bandara akan mempertimbangkan kondisi ruang udara, arah angin, serta hasil evaluasi keselamatan penerbangan.

Pemerintah memastikan aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum operasional penerbangan kembali dinormalisasi.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments