Jumat, Oktober 16, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISHarga Cabai Tidore Tembus Rp 120 sampai 150 Ribu Per kilogram

Harga Cabai Tidore Tembus Rp 120 sampai 150 Ribu Per kilogram

Sorotan Laporan :

Harga cabai di Kota Tidore Kepulauan melonjak di tengah terbatasnya pasokan akibat musim kemarau panjang.

Cabai rawit kini mencapai Rp150 ribu per kilogram dan cabai keriting Rp120 ribu per kilogram.

Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tidore Kepulauan Taher Husain menyebut produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kondisi pasokan juga terdampak di Halmahera Timur dan Halmahera Utara yang selama ini menjadi salah satu sumber pasokan.

Pemkot Tidore menyiapkan intervensi dengan mendatangkan cabai dari luar daerah, termasuk opsi Makassar atau Jawa, serta mengkaji pasar murah dan penyaluran cadangan pangan melalui Dinas Perindagkop dan UKM.

Poin-poin penting ini ditulis oleh para reporter dan editor yang mengerjakan berita ini.

TIDORE — Harga cabai rawit di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, melonjak hingga Rp150 ribu per kilogram, sedangkan cabai keriting mencapai Rp120 ribu per kilogram. Kenaikan dipengaruhi terbatasnya pasokan akibat musim kemarau panjang yang menghambat produksi petani.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tidore Kepulauan, Taher Husain, menyampaikan kondisi tersebut setelah mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri secara daring di Ruang Rapat Sekda, Senin (21/9/2026).

Menurut Taher, kenaikan harga terjadi di sejumlah wilayah Maluku Utara dengan kondisi tertinggi tercatat di Halmahera Timur (Haltim) dan Halmahera Utara (Halut).

“Di atas rata-rata, ada empat kabupaten/kota. Yang paling tinggi adalah Haltim sama Halut. Kaitannya dengan langkah-langkah yang diantisipasi memang kita tidak bisa hindari karena ini musim kemarau yang panjang. Tentu untuk petani cabai maka sedikit terkendala karena terbatasnya suplai air,” jelas Taher.

Produksi Cabai Lokal Menurun

Taher mengatakan produksi cabai lokal saat ini terbatas sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Kondisi tersebut membuat pasokan di pasar berkurang dan mendorong kenaikan harga cabai rawit maupun cabai keriting.

“Sementara untuk komoditas yang lain seperti ikan dan ayam untuk sementara masih bisa terkendali, namun berpotensi juga naik,” tambahnya.

Pemerintah daerah mencermati kondisi tersebut karena tekanan harga pada komoditas pangan dapat berdampak terhadap inflasi daerah apabila pasokan tidak segera dipulihkan.

Pasokan dari Haltim dan Halut Terganggu

Selama ini, Kota Tidore Kepulauan memperoleh sebagian pasokan cabai dari sejumlah daerah di Maluku Utara, termasuk Halmahera Timur dan Halmahera Utara.

Namun, kedua wilayah tersebut juga menghadapi persoalan pasokan akibat kondisi cuaca dan keterbatasan produksi.

Taher mengatakan kondisi serupa terjadi di sejumlah wilayah pemasok di luar Maluku Utara. Pasar dari Gorontalo dan Sulawesi Utara juga disebut belum menjadi alternatif karena harga komoditas di kedua wilayah tersebut sedang tinggi.

“Sepuluh besar itu nominasinya dua provinsi itu, Gorontalo dan Sulawesi Utara di atas. Sudah masuk dua digit, dia sudah di atas sepuluh. Itu memang secara nasional baru terjadi di sekitar tiga bulan terakhir,” ungkapnya.

Pemkot Tidore Siapkan Intervensi Pasokan

Menghadapi kenaikan harga, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menyiapkan langkah intervensi dengan mendatangkan cabai dari daerah lain.

Alternatif pasokan yang sedang dibahas antara lain dari Makassar atau Pulau Jawa. Namun, kebijakan tersebut membutuhkan dukungan anggaran karena berkaitan dengan biaya pengadaan dan distribusi.

“Langkah yang kita diskusikan akan kita lakukan intervensi menyangkut dengan suplai dari luar. Apakah dari Makassar atau dari Jawa karena itu tentu juga butuh konsekuensi pendanaan,” ujar Taher.

Pemerintah daerah akan mempertimbangkan sumber pasokan yang memungkinkan untuk menjaga ketersediaan cabai sekaligus menekan tekanan harga di tingkat konsumen.

Pasar Murah Dikoordinasikan dengan Perindagkop

Selain mendatangkan pasokan dari luar daerah, Pemkot Tidore Kepulauan menyiapkan opsi pasar murah dan penyaluran cadangan pangan.

Pelaksanaannya akan dikoordinasikan dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop dan UKM).

Taher menjelaskan, kebijakan anggaran untuk kegiatan tersebut pada 2026 berada di dinas terkait. Langkah intervensi juga harus menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah yang saat ini terbatas.

Pemerintah daerah masih melakukan koordinasi untuk menentukan bentuk intervensi yang dapat diterapkan guna menjaga pasokan dan mengendalikan harga pangan.

 

Meta Description: Harga cabai di Tidore melonjak, cabai rawit mencapai Rp150 ribu dan keriting Rp120 ribu per kilogram akibat pasokan terbatas.

Slug: harga-cabai-tidore-tembus-rp150-ribu

Kata Kunci: harga cabai Tidore, cabai rawit, cabai keriting, inflasi Tidore, Taher Husain, Pemkot Tidore

Tag SEO: Cabai, Tidore, Inflasi, Malut

Perketat Akurasi Klaim Pasar Tutup

Hapus Kalimat Analisis yang Tidak Bersumber

Ringkas Subjudul agar Lebih SEO

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments