Tag: Anis – Ganjar

  • Jokowi Jadikan Ahok Kudah Putih Gagalkan Koalisi Anis – Ganjar 

    Jokowi Jadikan Ahok Kudah Putih Gagalkan Koalisi Anis – Ganjar 

    Jakarta. IndoBisnis — Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dikabarkan menjadi ‘kuda hitam’ yang ditempatkan di kubu Ganjar-Mahfud. Ahok disebut-sebut dijadikan kuda hitam oleh.

    Jokowi untuk menghalangi persatuan kubu Anies-Muhaimin dan Ganjar Mahfud. Isu ini tiba-tiba muncul ketika pemilu tinggal menyisakan delapan hari lagi.

    Seperti diketahui, Ahok punya pengalaman pahit dengan calon presiden Anies Baswedan yang berujung pada Ahok yang dipenjara karena kasus penodaan agama.

    Kasus ini masih segar dalam ingatan masyarakat. Ahok yang selalu bersuara lantang terseret kasus penistaan agama. Saat itu, Ahok sedang mengikuti Pilgub Jakarta 2017 melawan Anies Baswedan.

    Pada pemilu itu, Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat kalah. Anies Baswedan mulus menjadi Jakarta 1. Soal Ahok disebut kuda hitam, calon presiden Ganjar Pranowo melontarkan bantahan.

    Dia mengatakan, semua orang bisa berasumsi, termasuk soal Ahok sebagai kuda hitam Presiden Jokowi. “Semua bisa mempertimbangkan, menghitung, berasumsi,” kata Ganjar. Seperti dilansir IndoBisnis.co.id mengutip dari Tribun Medan, Kamis 8 Februari 2024.

    Namun, dia menegaskan Ahok adalah sahabatnya. Ia menilai mantan Gubernur Jakarta itu punya nilai-nilai dalam perjuangannya.

    “Tapi Ahok itu teman saya. Dia sudah lama bersama saya dan tentu punya nilai-nilai. Nilai-nilai itu dia tunjukkan saat jadi anggota DPR, saat jadi wakil gubernur, lalu beberapa saat menjadi gubernur, dan seterusnya.” terus dia tidak bisa jadi gubernur,” kata Ganjar.

    Ganjar kemudian mengungkit soal Ahok yang dipenjara karena kasus penistaan agama pada Pilgub Jakarta 2017. Setelah keluar dari penjara, kata dia, Ahok diangkat menjadi Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) dengan gaji yang lumayan besar, namun ia hengkang karena nilai.

    “Ingat semua kasusnya? Orang jualan ayat, lalu dia masuk penjara, dan dia menerimanya, lalu dia menjadi profesional dengan gaji yang layak, dan dia memilih keluar untuk membantu saya karena suatu nilai,” kata Ganjar.

    “Jadi harapan kita, mau tidak mau masyarakat mau ikut, kita punya nilai-nilai dan nilai-nilai itu bisa dipertanggungjawabkan secara universal. Ambil atau tinggalkan,” tambah Ganjar.

  • Begini Respon Ketua Umum Partai PDIP Soal Isu Koalisi Kubu Anis – Ganjar, Kami Selalu Komunikasi

    Begini Respon Ketua Umum Partai PDIP Soal Isu Koalisi Kubu Anis – Ganjar, Kami Selalu Komunikasi

    Jakarta. IndoBisnis — Puan Maharani, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menjawab pertanyaan terkait kedekatan kubunya dengan kubu calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan. Puan menyatakan kedua kubu selalu berkomunikasi dan menjaga hubungan baik.

    Ucapannya tersebut usai bermain bulu tangkis di ajang Merah Meriah di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/1/2024). Puan mengungkapkan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto telah menjalin komunikasi baik formal maupun informal dengan Anies Baswedan.

    “Kami sudah melakukan komunikasi informal dan formal tentang apa yang terjadi setelah 14 Februari,” kata Puan di Istora Senayan, Jakarta.

    Ia menambahkan, komunikasi mereka merupakan tanda kebersamaan. Namun, dia menegaskan, keputusan siapa yang akan memimpin Indonesia ke depan sepenuhnya ada di tangan rakyat.

    “Kami berusaha untuk selalu berkomunikasi dan menjaga hubungan baik. Kompetisi pemilu ini adalah hajatan rakyat,” ujarnya.

    “Membangun bangsa tidak bisa dilakukan sendirian, harus dilakukan secara bersama-sama. Dan membangun bangsa adalah sesuatu yang kita serahkan kepada rakyat. Biarkan rakyat memilih pemimpinnya berdasarkan kesukaannya, sehingga rakyatlah yang menjadi pemenang,” tuturnya. ditambahkan.

    Lebih lanjut, Puan menyampaikan harapannya agar dalam kompetisi pemilu ini masyarakat memilih secara jujur ​​dan adil pada 14 Februari mendatang.

    “Maka dalam persaingan pemilu ini, dalam pesta demokrasi ini, marilah kita terus bersikap sportif, jujur, adil, dan gembira,” tutupnya.***

    Mardan Amin.