Rabu, April 15, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalJokowi Jadikan Ahok Kudah Putih Gagalkan Koalisi Anis - Ganjar 

Jokowi Jadikan Ahok Kudah Putih Gagalkan Koalisi Anis – Ganjar 

Jakarta. IndoBisnis — Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dikabarkan menjadi ‘kuda hitam’ yang ditempatkan di kubu Ganjar-Mahfud. Ahok disebut-sebut dijadikan kuda hitam oleh.

Jokowi untuk menghalangi persatuan kubu Anies-Muhaimin dan Ganjar Mahfud. Isu ini tiba-tiba muncul ketika pemilu tinggal menyisakan delapan hari lagi.

Seperti diketahui, Ahok punya pengalaman pahit dengan calon presiden Anies Baswedan yang berujung pada Ahok yang dipenjara karena kasus penodaan agama.

Kasus ini masih segar dalam ingatan masyarakat. Ahok yang selalu bersuara lantang terseret kasus penistaan agama. Saat itu, Ahok sedang mengikuti Pilgub Jakarta 2017 melawan Anies Baswedan.

Pada pemilu itu, Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat kalah. Anies Baswedan mulus menjadi Jakarta 1. Soal Ahok disebut kuda hitam, calon presiden Ganjar Pranowo melontarkan bantahan.

Dia mengatakan, semua orang bisa berasumsi, termasuk soal Ahok sebagai kuda hitam Presiden Jokowi. “Semua bisa mempertimbangkan, menghitung, berasumsi,” kata Ganjar. Seperti dilansir IndoBisnis.co.id mengutip dari Tribun Medan, Kamis 8 Februari 2024.

Namun, dia menegaskan Ahok adalah sahabatnya. Ia menilai mantan Gubernur Jakarta itu punya nilai-nilai dalam perjuangannya.

“Tapi Ahok itu teman saya. Dia sudah lama bersama saya dan tentu punya nilai-nilai. Nilai-nilai itu dia tunjukkan saat jadi anggota DPR, saat jadi wakil gubernur, lalu beberapa saat menjadi gubernur, dan seterusnya.” terus dia tidak bisa jadi gubernur,” kata Ganjar.

Ganjar kemudian mengungkit soal Ahok yang dipenjara karena kasus penistaan agama pada Pilgub Jakarta 2017. Setelah keluar dari penjara, kata dia, Ahok diangkat menjadi Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) dengan gaji yang lumayan besar, namun ia hengkang karena nilai.

“Ingat semua kasusnya? Orang jualan ayat, lalu dia masuk penjara, dan dia menerimanya, lalu dia menjadi profesional dengan gaji yang layak, dan dia memilih keluar untuk membantu saya karena suatu nilai,” kata Ganjar.

“Jadi harapan kita, mau tidak mau masyarakat mau ikut, kita punya nilai-nilai dan nilai-nilai itu bisa dipertanggungjawabkan secara universal. Ambil atau tinggalkan,” tambah Ganjar.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments