Minggu, Oktober 25, 2026
spot_img
BerandaHUKUM DAN KRIMINALDibalik Berita Positif Harita Ada Dugaan Peran 40 Media

Dibalik Berita Positif Harita Ada Dugaan Peran 40 Media

  • Sorotan Laporan: 
  • Investigasi OCCRP mengungkap memo internal yang mencatat persetujuan pengeluaran sekitar US$6.000 atau setara Rp90 juta untuk memuat berita tentang Harita Group di lebih dari 40 media pada Agustus 2022–Januari 2023.
  • Pada periode berbeda, tinjauan teknis yang disusun Hatch menyebut sejumlah persoalan terkait penggunaan limbah berbahaya dan penilaian dampak lingkungan serta sosial. Sementara itu, warga Kawasi mengeluhkan banjir, kerusakan lahan, dan dugaan pencemaran air di sekitar operasi tambang.

 

HALMAHERA SELATAN — Harita Group tercatat menyetujui pengeluaran sekitar US$6.000 untuk publikasi berita mengenai perusahaan di lebih dari 40 media selama Agustus 2022 hingga Januari 2023, menurut memo internal yang ditelaah Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Memo tersebut menyebut persetujuan pengeluaran dilakukan oleh Stevi Thomas. Artikel yang dipublikasikan mengangkat kontribusi Harita terhadap perekonomian, penciptaan lapangan kerja, serta peran industri nikel dalam mendukung target emisi nol bersih.

Temuan ini menyoroti strategi komunikasi perusahaan di tengah persoalan lingkungan dan sosial yang turut menjadi perhatian dalam kegiatan pertambangan di Pulau Obi, Maluku Utara.

Pada 2018, konsultan internasional Hatch menyusun tinjauan teknis atas operasi peleburan Harita. Menurut dokumen yang ditemukan OCCRP dalam email internal perusahaan, laporan itu menyebut penggunaan bahan limbah berbahaya saat pembangunan fasilitas tanpa izin pemerintah.

Tinjauan tersebut juga mencatat sejumlah penilaian dampak lingkungan dan sosial yang belum diselesaikan.

Temuan itu merujuk pada isi laporan teknis yang ditelaah OCCRP. Penentuan pelanggaran hukum tetap memerlukan pemeriksaan dokumen perizinan dan penilaian oleh pihak berwenang.

Menurut memo internal, sekitar US$6.000 disetujui untuk penempatan berita mengenai Harita di lebih dari 40 media dalam kurun enam bulan.

Publikasi tersebut mengangkat narasi positif mengenai kontribusi ekonomi dan kesempatan kerja, serta prospek industri nikel dalam transisi energi.

Namun, informasi yang tersedia tidak menjelaskan secara rinci bentuk kerja sama dengan setiap media, mekanisme pembayaran, maupun apakah seluruh pengeluaran yang disetujui benar-benar dicairkan. Karena itu, catatan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semua artikel merupakan berita berbayar tanpa pengungkapan kepada pembaca.

Di sekitar kawasan operasi Harita, sejumlah warga Kawasi mengaitkan kegiatan pertambangan dengan kerusakan lahan pertanian, banjir, dan dugaan pencemaran air tanah.

Sebagian penduduk telah dipindahkan ke permukiman yang dibangun perusahaan dan disebut sebagai “desa ekologis”. Menurut laporan OCCRP, hanya sedikit warga yang masih tinggal di Kawasi lama.

Laporan itu juga menggambarkan persoalan banjir dan gangguan lingkungan di kawasan tersebut, termasuk dugaan luapan kolam pengendapan tambang yang memengaruhi permukiman.

Keluhan warga tersebut perlu dibedakan dari kesimpulan teknis mengenai penyebab pencemaran. Penetapan sumber kontaminasi dan tanggung jawab hukum membutuhkan hasil pengujian lingkungan serta pemeriksaan otoritas terkait.

Catatan pengeluaran publikasi dan temuan tinjauan teknis memperlihatkan dua aspek berbeda dalam kegiatan Harita: komunikasi perusahaan kepada publik dan persoalan lingkungan yang dilaporkan di sekitar wilayah operasinya.

Keterbukaan mengenai konten bersponsor, independensi pemberitaan, kepatuhan perizinan, serta penanganan pengaduan warga menjadi hal penting untuk diperiksa lebih lanjut.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments