JAKARTA, IndoBisnis – Langit sore mulai memerah, aroma makanan berbuka menyeruak di sepanjang jalan Kampung Ramadhan. Namun, bukan hanya takjil yang menjadi pusat perhatian.
Kerumunan warga yang biasanya sibuk memilih jajanan kini beralih ke satu titik—kehadiran Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil. Keduanya tak sekadar datang sebagai tamu kehormatan.
Dengan santai, mereka menyusuri lapak demi lapak, memborong berbagai hidangan yang dijajakan warga. Pedagang tersenyum lebar, beberapa bahkan tak kuasa menahan haru.
Dalam momen ini, Ramadan tak hanya soal ibadah, tetapi juga tentang menggerakkan roda ekonomi rakyat kecil.
“Kami ingin memastikan bahwa Ramadan ini membawa berkah bagi semua, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup dari usaha kecil,” ujar Ahlan Djumadil sembari menyerahkan uang kepada seorang pedagang yang hampir kehabisan dagangan lebih cepat dari biasanya.
Kampung Ramadhan: Pasar yang Hidup, Ekonomi yang Bergerak
Di sudut lain, seorang pedagang gorengan tampak sibuk melayani pembeli. Biasanya, ia harus menunggu hingga azan Magrib berkumandang agar jualannya ludes. Namun, sore itu berbeda.
Dengan wajah sumringah, ia berkata, “Alhamdulillah, dagangan saya habis lebih cepat. Terima kasih Pak Bupati dan Pak Wabup!”
Kampung Ramadhan bukan sekadar tempat berburu takjil, tetapi juga wajah sesungguhnya dari ekonomi rakyat.
Para pedagang, yang sehari-hari bergantung pada rezeki dari makanan ringan hingga minuman segar, mendapatkan dorongan moral dan material dari kunjungan ini.
“Kami hadir di sini bukan hanya untuk membeli takjil, tapi juga memastikan roda ekonomi tetap bergerak,” tegas Ahlan.
Dukungan Nyata, Bukan Sekadar Seremoni
Di tengah lautan manusia yang berdesakan, kehadiran para pemimpin daerah ini menegaskan satu hal: mereka tidak sekadar melihat dari kejauhan, tetapi turun langsung merasakan denyut nadi rakyatnya.
“Kami ingin semua merasakan manfaat Ramadan, bukan hanya mereka yang berkecukupan. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata untuk memastikan kesejahteraan rakyat,” kata Ikram Malan Sangadji.
Sore itu, di antara riuh suara pedagang dan pelanggan yang berburu takjil, ada harapan yang kembali menyala.
Ramadan tak hanya tentang ibadah dan berbagi, tetapi juga tentang kepedulian.
Dan bagi warga Halteng, kepedulian itu bukan sekadar janji di atas kertas—tetapi hadir di depan mata mereka.***
