Rabu, Oktober 21, 2026
spot_img
BerandaBERANDAKesehatanAsap Karhutla, Kualitas Udara Sekolah di Tidore Memburuk

Asap Karhutla, Kualitas Udara Sekolah di Tidore Memburuk

  • Sorotan Laporan:
  • Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan mencatat kualitas udara di sejumlah sekolah masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat berdasarkan pengukuran per 19 Oktober 2026.
  • Enam sekolah masuk kategori sangat tidak sehat, sedangkan puluhan lokasi pendidikan lainnya tercatat tidak sehat. Kondisi ini terjadi ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah tersebut.
  • Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim, meminta masyarakat, terutama anak-anak, balita, ibu hamil, dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan, meningkatkan perlindungan diri.
  • Pengukuran berkala dilakukan melalui puskesmas untuk memantau kondisi udara, sementara masker dan obat-obatan tersedia di fasilitas kesehatan guna mendukung upaya pencegahan gangguan kesehatan.

Poin-poin penting ini ditulis oleh para reporter dan editor yang mengerjakan berita ini.

TIDORE — Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan mencatat enam sekolah mengalami kualitas udara berstatus sangat tidak sehat dan puluhan lokasi pendidikan lainnya masuk kategori tidak sehat berdasarkan hasil pengukuran per 19 Oktober 2026, di tengah kabut asap karhutla yang masih menyelimuti wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim, mengatakan pengukuran dilakukan secara berkala setiap dua hari melalui seluruh puskesmas untuk memantau perkembangan pencemaran udara sekaligus menentukan langkah mitigasi.

“Hingga saat ini kabut asap masih nampak jelas menyelimuti Kota Tidore Kepulauan, dan update hasil pengukuran kualitas udara dari seluruh Puskesmas, rata-rata layanan pendidikan atau sekolah masih terdampak kualitas udara dengan status TIDAK SEHAT, beberapa diantaranya justru naik status menjadi SANGAT TIDAK SEHAT, dan sisanya berada di status SEDANG,” ungkap Saiful, Selasa (20/10/2026).

Berdasarkan data Dinkes Tidore per 19 Oktober 2026, enam sekolah yang tercatat memiliki kualitas udara berstatus sangat tidak sehat meliputi:

– SDN 2 Akesai

– SDN 1 Akesai

– SMA Muhammadiyah 1 Tidore

– SMA Taman Siswa Bale

– MTs Swasta Nurul Jihad Aketalaga

– SMP Negeri 2 Tidore

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan partikel halus dari asap dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama pada anak-anak yang beraktivitas di lingkungan sekolah.

Dinkes juga mencatat kategori tidak sehat pada lokasi pendidikan dan sejumlah fasilitas umum berikut:

SDN Jaya, SDN Rum, SMP Negeri 7 Kota Tidore, SDN Tahua, SDN Balibunga, MIN 5 Tidore, SDN 1 Afa-Afa, SMA 10 Tidore, TK Pembina 3, SMA Negeri 2 Toloa, MTs Dokiri, SDN 1 Tomalou, TK Pembina Tomalou, SMP Negeri 11 Akekolano, SMPN 5 Sofifi, SDN Galala, SMAN 6 Tidore, SDN 2 Akedotilou, MIS Woda, SDN Lifofa, SMPN 9 Tidore, SDN 1 Wama, SDN 2 Wama, SDIT Raudhatul Hidayah, SMPN 25 Tidore, SDN Kosa, TK Pembina 26 Tidore, SDN 1 Payahe, SMAN 4 Tidore, SMAN 9 Tidore, MIS Al Mustaqim Cobo, Kantor Desa Kosa, Kantor KUA Oba, dan Kantor Camat Oba.

Sementara itu, enam sekolah tercatat memiliki kualitas udara berstatus sedang, yakni SDN Goto, SMP Negeri 1 Tidore, SDN Soasio, SDN Topo, MIN 6 Tidore, dan SDN Itokici.

Dinkes mengingatkan bahwa kategori sedang bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan perlindungan diri. Aktivitas luar ruangan perlu disesuaikan dengan kondisi setempat, terutama ketika kabut asap masih terlihat.

Saiful meminta masyarakat tidak meremehkan protokol kesehatan selama pencemaran udara berlangsung. Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi balita, anak-anak, ibu hamil, serta orang dengan riwayat penyakit pernapasan.

“Kami berharap tidak meremehkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan, kita harus dapat beradaptasi dengan lingkungan saat ini akibat dampak dari Karhutla dengan perbiasakan gunakan masker saat keluar rumah,” imbuhnya.

Penggunaan masker yang sesuai, pembatasan aktivitas di luar ruangan, serta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara menjadi bagian dari langkah perlindungan yang dapat dilakukan masyarakat.

Saiful menjelaskan tenaga kesehatan berfokus pada mitigasi dampak asap, edukasi pencegahan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta penyediaan logistik kesehatan. Upaya pemadaman api bukan menjadi tugas tenaga medis, sehingga pengendalian sumber asap membutuhkan penanganan dari instansi yang berwenang.

“Tenaga kesehatan tidak bisa memadamkan api, tenaga kesehatan hanya bisa melakukan langkah mitigasi untuk tidak terjadi peningkatan kasus ISPA dengan edukasi protokol kesehatan dan kesediaan logistik masker maupun obat-obatan,” jelasnya.

Ia memastikan seluruh puskesmas menyediakan masker dan obat-obatan yang dapat diperoleh masyarakat melalui fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Dinkes Tidore akan terus memantau hasil pengukuran secara berkala. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas kesehatan dan menyesuaikan kegiatan harian dengan kondisi udara demi mengurangi risiko gangguan pernapasan.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments