
Marvin Ibo Guengoer – Ges Sportfoto/Getty Images
Jakarta – Nama Lamine Yamal kembali menjadi sorotan dunia sepak bola. Wonderkid asal Spanyol itu sukses mengukir sejarah baru setelah membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2026, sekaligus menjadi pemain termuda sepanjang sejarah yang berhasil memenangkan UEFA Euro dan Piala Dunia FIFA.
Di usia yang baru menginjak 19 tahun dan enam hari, Yamal berhasil melengkapi dua trofi paling bergengsi di level tim nasional. Prestasi ini terasa semakin luar biasa karena ia meraih keduanya pada kesempatan pertamanya sebelum genap berusia 20 tahun.
Kesuksesan Spanyol di Piala Dunia 2026 dipastikan usai menundukkan juara bertahan, Argentina, dengan skor tipis 1-0 melalui babak perpanjangan waktu dalam laga final yang berlangsung sengit di New York New Jersey Stadium. Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua bagi La Roja dan menandai kembalinya Spanyol ke puncak sepak bola dunia.
Sorotan utama tentu tertuju pada Lamine Yamal. Pemain sayap milik Barcelona itu tampil sebagai salah satu motor serangan Spanyol sepanjang turnamen. Sejak mencuri perhatian publik saat membawa negaranya menjuarai Euro 2024 pada usia 17 tahun, Yamal terus menunjukkan perkembangan pesat hingga akhirnya mengantarkan Spanyol meraih mahkota Piala Dunia dua tahun kemudian.
Tak hanya membawa pulang trofi bergengsi, Yamal juga mencatatkan rekor lain yang tak kalah impresif. Ia menjadi pemain termuda ketiga yang pernah tampil di final Piala Dunia, hanya berada di belakang dua legenda sepak bola dunia, Pelé dan Giuseppe Bergomi.
Rekor luar biasa lainnya adalah catatan tak terkalahkan bersama Timnas Spanyol. Hingga usai Piala Dunia 2026, Spanyol belum pernah menelan kekalahan dalam 28 pertandingan kompetitif yang melibatkan Yamal. Bahkan, dari 13 pertandingan yang ia jalani sebagai starter di turnamen-turnamen besar internasional, seluruhnya berakhir dengan kemenangan bagi La Roja.
Pencapaian ini semakin memperkuat status Lamine Yamal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan dalam sejarah sepak bola modern. Di usia yang masih sangat muda, ia telah mengoleksi dua gelar internasional paling prestisius—prestasi yang bahkan belum mampu diraih oleh banyak pemain legendaris sepanjang karier mereka.
Dengan usia yang masih 19 tahun, perjalanan karier Yamal diprediksi masih sangat panjang. Jika mampu menjaga konsistensi performanya, bukan tidak mungkin pemain muda Barcelona tersebut akan terus memecahkan rekor-rekor baru dan mengukuhkan namanya sebagai salah satu ikon sepak bola dunia di masa depan.
