Kamis, September 3, 2026
spot_img
BerandaBERANDAKesehatanKepuasan Pasien Puskesmas Sidangoli Capai 85,84

Kepuasan Pasien Puskesmas Sidangoli Capai 85,84

  • Sorotan Laporan :
  • Puskesmas Rawat Inap Sidangoli mencatat indeks kepuasan pasien 85,84 atau kategori Baik pada Semester I 2026, di tengah penguatan mutu dan layanan kesehatan 24 jam

Poin-poin penting ini ditulis oleh para reporter dan editor yang mengerjakan berita ini.

Halmahera Barat — Puskesmas Rawat Inap Sidangoli di Desa Domato, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mencatat Indeks Kepuasan Pasien sebesar 85,84 pada Semester I 2026. Capaian tersebut masuk kategori “Baik” dan menjadi salah satu gambaran kinerja fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Penanggung Jawab (PJ) Mutu Puskesmas Rawat Inap Sidangoli, Ns. Moh. Khoirudin, S.Kep, mengatakan pihaknya terus memperkuat kualitas pelayanan melalui pemantauan indikator mutu, kesiapsiagaan tenaga kesehatan, serta evaluasi rutin di setiap unit.

“Berdasarkan hasil survei berkala Semester I, Januari hingga Juli 2026, nilai kepuasan pasien mencapai 85,84 dan masuk dalam kategori Baik,” kata Khoirudin kepada IndoBisnis, Kamis 3 September 2026.

Puskesmas Rawat Inap Sidangoli telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) dalam pelayanan di dalam maupun luar gedung.

Program tersebut mencakup kegiatan Posyandu yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Pendekatannya berbasis siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia.

Penerapan ILP membuat pelayanan tidak hanya berpusat di fasilitas kesehatan. Petugas juga menjangkau masyarakat melalui kegiatan luar gedung sesuai kebutuhan dan jadwal pelayanan.

Sebagai fasilitas kesehatan dengan layanan rawat inap, Puskesmas Sidangoli memastikan pelayanan kegawatdaruratan dan perawatan tersedia selama 24 jam.

Kesiapan tersebut ditopang dokter jaga serta tim medis yang bertugas sesuai jadwal piket. Skema ini disiapkan agar penanganan terhadap pasien dalam kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat.

Menurut Khoirudin, kesiapsiagaan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan, terutama ketika masyarakat membutuhkan pertolongan di luar jam pelayanan reguler.

Peserta BPJS Tetap Dilayani

Akses pembiayaan kesehatan juga menjadi perhatian. Puskesmas Sidangoli melayani peserta BPJS Kesehatan, baik untuk pemeriksaan rawat jalan maupun perawatan inap.

Pelayanan tersebut ditujukan untuk memastikan masyarakat memperoleh akses kesehatan yang setara dan terjangkau tanpa membedakan latar belakang pasien.

Di sisi lain, Puskesmas Rawat Inap Sidangoli masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, khususnya belum tersedianya formasi dokter gigi.

Meski demikian, pelayanan kesehatan gigi dan mulut tetap berjalan melalui tindakan promotif, preventif, serta penanganan dasar sesuai batas kompetensi tenaga yang tersedia.

Khoirudin menjelaskan, bagian Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) telah mengusulkan penambahan dokter gigi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat sebagai solusi jangka panjang.

Indikator Mutu Terus Dipantau

Puskesmas juga melakukan pemantauan terhadap sejumlah Indikator Nasional Mutu (INM). Beberapa di antaranya mencakup kepatuhan kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri (APD), ketepatan identifikasi pasien, pengobatan tuberkulosis sensitive obat (TB SO), serta pelayanan antenatal care (ANC) sesuai standar.

Sebagian besar indikator disebut telah mencapai hasil yang baik. Namun, pelayanan ANC masih menjadi perhatian untuk diperkuat, terutama terkait ketepatan waktu kunjungan pemeriksaan ibu hamil.

“Untuk capaian ANC standar, kami terus memperkuat edukasi dan pemantauan di lapangan karena kendala utama berkaitan dengan ketepatan waktu atau jadwal kunjungan pemeriksaan oleh ibu hamil,” jelasnya.

Untuk menjaga keterbukaan pelayanan, Puskesmas Sidangoli menyediakan sejumlah kanal penyampaian aspirasi dan pengaduan.

Masyarakat dapat menyampaikan keluhan secara langsung, melalui kotak saran, maupun akun media sosial resmi Puskesmas Sidangoli. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi dalam upaya memperbaiki kualitas pelayanan.

Pengawasan internal dilakukan secara berkala oleh Tim Mutu Puskesmas. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan pada setiap unit pelayanan untuk melihat pelaksanaan standar sekaligus mengidentifikasi bagian yang masih membutuhkan pembenahan.

Selain itu, tenaga kesehatan mengikuti refreshment materi mengenai sasaran keselamatan pasien. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pemahaman petugas terhadap standar keselamatan dalam memberikan layanan.

Khoirudin menegaskan, capaian kepuasan pasien bukanlah titik akhir. Menurutnya, mutu pelayanan harus dijaga melalui evaluasi yang berjalan terus-menerus.

“Ini merupakan bentuk komitmen transparansi dan peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat,” tegas Khoirudin.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments