- Ringkasan Berita:
- Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditunjuk sebagai Ketua Bersama Independen penggalangan dana putaran ke-22 International Development Association (IDA22) Grup Bank Dunia.
- Penunjukan ini menempatkan Sri Mulyani sebagai salah satu figur kunci yang memimpin mobilisasi dukungan kebijakan dan pendanaan bagi 78 negara berpenghasilan rendah hingga 2031.
JAKARTA – Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati kembali mendapat kepercayaan di panggung internasional setelah ditunjuk sebagai Ketua Bersama Independen (Independent Co-Chair) dalam proses penggalangan dana putaran ke-22 International Development Association (IDA22) di bawah naungan Grup Bank Dunia (World Bank Group).
Penunjukan tersebut menempatkan Sri Mulyani sebagai salah satu pemimpin utama dalam menghimpun komitmen pendanaan dan dukungan kebijakan dari negara-negara donor maupun negara peminjam untuk mendukung pembangunan di negara-negara berpenghasilan rendah.
Berdasarkan keterangan resmi Grup Bank Dunia mengutip Rabu (5/8/2026), Sri Mulyani dipilih melalui proses seleksi yang dilakukan oleh komite pencarian dan memperoleh persetujuan dari perwakilan negara donor serta negara peminjam anggota International Development Association (IDA).
Dalam menjalankan mandatnya, Sri Mulyani akan bekerja bersama Paschal Donohoe, Direktur Pelaksana sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia.
Sebagai Ketua Bersama Independen, Sri Mulyani bertugas memimpin proses pengisian kembali dana IDA22 dengan memperkuat dukungan politik, kebijakan, dan pendanaan dari para negara anggota agar target pembiayaan pembangunan global dapat tercapai.
Peran tersebut dinilai sangat strategis karena hasil penggalangan dana IDA22 akan menentukan kapasitas Bank Dunia dalam menyalurkan pembiayaan konsesional kepada negara-negara miskin selama beberapa tahun mendatang.
International Development Association merupakan lembaga di bawah Grup Bank Dunia yang menyediakan pembiayaan berbunga rendah dan hibah bagi negara-negara berpenghasilan rendah.
Mekanisme pengisian kembali dana IDA dilakukan setiap tiga tahun sebagai forum untuk menghimpun komitmen pendanaan baru sekaligus menyusun arah kebijakan pembangunan global.
Sejak siklus IDA18, proses tersebut dipimpin oleh dua Ketua Bersama, yakni seorang tokoh independen yang memiliki pengalaman luas di bidang pembiayaan pembangunan multilateral dan seorang pejabat senior Bank Dunia yang ditunjuk oleh Presiden Bank Dunia.
Melalui mekanisme tersebut, Bank Dunia berupaya memastikan keberlanjutan pembiayaan pembangunan bagi negara-negara yang menghadapi tantangan kemiskinan, keterbatasan fiskal, serta risiko pembangunan jangka panjang.
Penunjukan Sri Mulyani dinilai tidak terlepas dari rekam jejak panjangnya di bidang keuangan publik dan pembangunan internasional.
Selain pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani juga pernah dipercaya sebagai Direktur Pelaksana sekaligus Chief Operating Officer (COO) Bank Dunia.
Pengalaman tersebut memperkuat kapasitasnya dalam membangun komunikasi antara negara donor, negara berkembang, dan lembaga keuangan multilateral.
Saat ini, Sri Mulyani juga tercatat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di Universitas Oxford serta pernah masuk dalam daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes, yang semakin memperkuat pengakuan internasional terhadap kepemimpinannya.
Sejak didirikan pada 1960, International Development Association telah menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan bagi negara-negara berpenghasilan rendah.
Hingga kini, IDA telah menyalurkan lebih dari US$632 miliar untuk mendukung investasi pembangunan di 115 negara.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk membiayai berbagai sektor strategis, antara lain pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, penguatan ketahanan ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Siklus pengisian dana IDA22 akan dimulai secara resmi dalam Pertemuan Tinjauan Jangka Menengah yang dijadwalkan berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026.
Sementara itu, pertemuan akhir untuk menetapkan besaran komitmen pendanaan dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.
Hasil penggalangan dana tersebut akan menjadi dasar penyaluran pembiayaan konsesional kepada 78 negara berpenghasilan rendah hingga tahun 2031, sehingga keberhasilannya akan sangat menentukan keberlanjutan berbagai program pembangunan di negara-negara yang masih menghadapi tantangan kemiskinan dan ketimpangan.
Penunjukan Sri Mulyani sebagai Ketua Bersama Independen mempertegas kepercayaan komunitas internasional terhadap kapasitas kepemimpinan Indonesia di bidang tata kelola keuangan global serta memperkuat peran Indonesia dalam mendorong agenda pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat dunia.
***
