Kamis, April 23, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalWisata Halmahera Selatan Diincar Pasar Eropa

Wisata Halmahera Selatan Diincar Pasar Eropa

  • Ringkasan:
  • Dinas Pariwisata Halmahera Selatan mengakui adanya penurunan anggaran promosi pada 2026 yang berdampak pada strategi pemasaran wisata.
  • Meski begitu, wilayah ini tetap mengandalkan kekuatan pasar Eropa, terutama lewat daya tarik wisata bawah laut yang diklaim terbaik di Maluku Utara.
  • Ketimpangan harga dan akses menjadi penghambat pasar domestik, sementara wisatawan mancanegara justru menjadi tulang punggung kunjungan.

IndoBisnis – Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Selatan menegaskan bahwa sektor pariwisata daerah ini tetap mengarah kuat ke pasar internasional, khususnya Eropa, meskipun anggaran promosi tahun 2026 mengalami penurunan signifikan.

Kepala Dinas Pariwisata, Ali Hasan, mengungkapkan bahwa anggaran yang dikelola tahun ini hanya sekitar Rp6 miliar, turun dari Rp9 miliar pada 2025.

“Memang promosi itu seharusnya dilakukan setiap tahun karena kami mengejar target kunjungan wisata,” ujar Ali Hasan kepada IndoBisnis, Rabu 8 April 2026.

Ia menambahkan, promosi menjadi kunci utama dalam menarik wisatawan, namun keterbatasan anggaran membuat beberapa agenda strategis tidak terlaksana.

Salah satu yang terdampak adalah keikutsertaan dalam ajang promosi berskala nasional seperti Deep and Extreme Indonesia (DXI) di Jakarta.

Ali Hasan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut selama ini menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara, khususnya melalui kapal-kapal yacht dan jaringan wisata Eropa.

“Tahun 2026 kami tidak ikut karena tidak dianggarkan, padahal DXI sangat signifikan menarik wisatawan luar negeri,” katanya.

Di sisi lain, pasar lokal dinilai belum mampu menjadi penopang utama. Ia menegaskan bahwa perbandingan antara wisatawan domestik dan Eropa masih timpang.

Menurutnya, wisatawan lokal cenderung berkunjung hanya pada momen tertentu, sementara faktor biaya perjalanan menjadi kendala utama.

Ali Hasan mengungkapkan bahwa harga tiket menuju Halmahera Selatan masih tergolong tinggi.

“Kami pernah koordinasi dengan agen perjalanan di Jakarta, bahkan dengan harga Rp6 juta, wisatawan sudah bisa mendapatkan tiket pulang-pergi VIP ke Bali,” ujarnya.

Kondisi ini, kata dia, membuat wisata domestik kalah bersaing dari sisi biaya dan aksesibilitas.

Namun demikian, Halmahera Selatan tetap memiliki keunggulan yang tidak terbantahkan. Potensi wisata bawah laut menjadi magnet utama yang justru diminati pasar Eropa.

Ia dengan tegas menyatakan, “Underwater terbaik di Maluku Utara itu ada di Halmahera Selatan.”

Lebih lanjut, kawasan Kepulauan Sali dan sekitarnya disebut sudah cukup dikenal di kalangan wisatawan Eropa.

Hal ini tercermin dari tingginya angka kunjungan wisatawan mancanegara setiap tahun, khususnya untuk aktivitas penyelaman.

Meski demikian, Dinas Pariwisata mengakui bahwa peran mereka terbatas pada pengelolaan retribusi.

“Kami hanya mengelola retribusi, sementara sektor lain sudah masuk dalam pajak dan pengelolaan lainnya,” jelas Ali Hasan.

Dengan segala keterbatasan, Halmahera Selatan tetap bertahan sebagai destinasi unggulan berbasis pasar global.

Ketika wisata domestik tersendat oleh mahalnya akses, pasar Eropa justru menjadi napas utama yang menjaga denyut pariwisata daerah ini tetap hidup.

***

Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.

Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Wisata Halmahera Selatan Diincar Pasar Eropa.

Disclaimer

Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments