Jumat, September 11, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISWeda Bay Nickel Kembali Beroperasi, Produksi 2026 Belum Dipastikan

Weda Bay Nickel Kembali Beroperasi, Produksi 2026 Belum Dipastikan

  • SOROTAN LAPORAN : 
  • Weda Bay Nickel kembali beroperasi di Halmahera Tengah setelah empat bulan menghentikan produksi.
  • Pemulihan dilakukan bertahap, sementara volume produksi 2026 belum dapat dipastikan.

Poin-poin penting ini ditulis oleh para reporter dan editor yang mengerjakan berita ini.

JAKARTA – PT Weda Bay Nickel (WBN) kembali memulai operasional pertambangan nikel di Halmahera Tengah, Maluku Utara, setelah kegiatan produksi terhenti selama sekitar empat bulan dan memasuki fase care and maintenance.

Pengoperasian kembali dilakukan secara bertahap setelah perusahaan memperoleh persetujuan dari otoritas Indonesia. WBN, perusahaan patungan Eramet asal Prancis, Tsingshan Holding Group asal China, dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), menjalankan proses tersebut bersama para kontraktornya.

Eramet menyatakan aspek keselamatan menjadi prioritas dalam proses pemulihan kegiatan tambang. Kecepatan peningkatan produksi juga masih bergantung pada kesiapan kontraktor, mobilisasi peralatan, penyesuaian rencana penambangan, serta penyelesaian administrasi.

“Kecepatan peningkatan produksi akan bergantung pada kemampuan PT WBN untuk memobilisasi kembali kontraktor dan peralatan, menyusun ulang rencana penambangan tahunan, serta menyelesaikan berbagai pekerjaan administratif yang diperlukan,” tulis manajemen Eramet dalam pengumuman mengutip Kamis, 10 September 2026.

Kembalinya aktivitas pertambangan belum serta-merta membuat perusahaan menetapkan proyeksi produksi hingga akhir tahun.

WBN masih belum memberikan estimasi mengenai volume produksi dan penjualan bijih nikel maupun kadar bijih yang dapat dicapai sampai penghujung 2026.

Sejalan dengan kondisi tersebut, Eramet menyatakan akan memperbarui panduan kinerja 2026 untuk penjualan eksternal bijih nikel pada waktunya.

Perusahaan juga menyatakan tetap berdialog dengan otoritas Indonesia dan berkomitmen mengembangkan kegiatan usaha secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Sebelum kembali beroperasi, kegiatan tambang WBN menghadapi pembatasan kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Kuota produksi WBN pada 2026 tercatat hanya 12 juta wet metric ton (wmt), turun jauh dibandingkan alokasi 42 juta wmt pada 2025.

Dengan volume tersebut, kuota diperkirakan habis pada pertengahan Mei 2026. Setelah alokasi produksi berakhir, perusahaan memasuki masa care and maintenance.

Selama periode tersebut, aktivitas perusahaan tidak sepenuhnya berhenti. WBN tetap menjalankan kewajiban pengelolaan lingkungan, antara lain pengolahan air, rehabilitasi lahan, dan revegetasi.

Namun, aktivitas produksi serta kebutuhan tenaga kerja mengalami penurunan signifikan.

CEO Eramet Indonesia Jerome Baudelet sebelumnya mengungkapkan dampak pembatasan kapasitas produksi terhadap tenaga kerja di kawasan tambang Weda Bay.

Menurut dia, jumlah pekerja WBN bersama seluruh kontraktornya berada pada kisaran 18.000 hingga 19.000 orang.

“Pekerja Weda Bay Nickel beserta seluruh kontraktor jumlahnya mencapai sekitar 18.000 hingga 19.000 orang. Dari angka tersebut, kami akan melakukan pengurangan sebesar 65% dan itulah kondisi yang kemungkinan akan kami hadapi hingga akhir Juni,” ujar Jerome dalam Exclusive Media Briefing: Eramet Outlook 2026 di Jakarta, 20 Mei 2026.

Pengurangan tersebut berkaitan dengan penyesuaian kapasitas produksi yang tercantum dalam RKAB 2026.

Dimulainya kembali operasi WBN menjadi perkembangan penting bagi aktivitas pertambangan nikel di Halmahera Tengah setelah perusahaan menjalani masa pemeliharaan selama beberapa bulan.

Meski kegiatan produksi telah dimulai kembali, besaran output hingga akhir 2026 masih menunggu perkembangan mobilisasi kontraktor, kesiapan peralatan, rencana penambangan, serta kondisi kuota produksi.

WBN menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kegiatan di Indonesia secara bertanggung jawab dan berkelanjutan serta memberikan kontribusi jangka panjang bagi perekonomian Maluku Utara.

***

Artikel ini telah tayang di IndoBisnis. co. Id dengan judul: “Weda Bay Nickel Kembali Beroperasi, Produksi 2026 Belum Dipastikan”.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments