Operasi Katarak Gratis Digelar di Tidore, 31 Pasien Jalani Tindakan Medis
- Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama PT Erela, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK).
- Universitas Gadjah Mada (UGM), serta RSD Tidore menggelar bakti sosial operasi katarak pada 4–6 Agustus 2026.
- Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mata dan menekan angka kebutaan di Kota Tidore Kepulauan.
TIDORE KEPULAUAN – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan. Salah satunya dengan menggelar Bakti Sosial Operasi Katarak bekerja sama dengan PT Erela, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Tidore Kepulauan.
Kegiatan yang berlangsung pada 4–6 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan, Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan Abdul Hakim Adjam secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Abdul Hakim menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah demi mewujudkan masyarakat Tidore Kepulauan yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, mengurangi angka gangguan penglihatan akibat katarak, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup para penerima manfaat. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan merata di Kota Tidore Kepulauan,” ujarnya.
Abdul Hakim juga menyampaikan dukungan kepada seluruh pasien yang menjalani tindakan operasi katarak. Ia berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga para pasien dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata dengan melakukan pemeriksaan secara berkala serta segera memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan penglihatan.
Menurutnya, langkah pencegahan sejak dini menjadi bagian penting dalam menekan angka kebutaan yang masih menjadi tantangan di Indonesia.
Product Manager PT Erela, dr. Andriyani Tjahyaningsih Larosa, mengatakan penglihatan merupakan salah satu anugerah terpenting yang menunjang hampir seluruh aktivitas manusia, mulai dari belajar, bekerja hingga menjalankan aktivitas rumah tangga.
Ia mengingatkan bahwa angka kebutaan di Indonesia masih tergolong tinggi sehingga membutuhkan perhatian bersama.
“Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, angka kebutaan di Indonesia masih termasuk yang tertinggi, dengan penambahan sekitar 200.000 kasus baru setiap tahunnya. Kondisi ini menjadi perhatian bersama dan memerlukan upaya penanganan yang berkelanjutan,” ungkap dr. Andriyani.
Ia menjelaskan, PT Erela selama ini aktif mendukung pelaksanaan bakti sosial operasi katarak di berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang menerima layanan operasi katarak.
Sementara itu, mewakili Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM, dr. Purjanto Tepo Utomo, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial kali ini merupakan pelaksanaan yang kelima.
Program tersebut menghadirkan dua layanan utama, yakni operasi katarak dan transplantasi kornea, yang menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan angka gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang baik dari rekan-rekan di Ternate dan Tidore. Setelah kegiatan ini selesai, kami akan menempatkan petugas untuk melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap pasien. Bulan depan dokter juga akan kembali datang untuk melaksanakan pemeriksaan lanjutan,” jelas dr. Purjanto.
Ia menambahkan bahwa tindak lanjut pascaoperasi menjadi bagian penting agar proses penyembuhan pasien berjalan optimal dan hasil operasi dapat dipantau secara berkala.
Setelah seremoni pembukaan, rombongan meninjau langsung ruang tindakan operasi katarak di RSD Kota Tidore Kepulauan.
Peninjauan dilakukan oleh Abdul Hakim Adjam bersama tim dokter serta tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelaksanaan bakti sosial tersebut.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 31 pasien telah menyelesaikan proses registrasi dan dijadwalkan menjalani operasi katarak pada 5 Agustus 2026.
Pelaksanaan bakti sosial operasi katarak ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, rumah sakit, dan tenaga medis mampu memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Program tersebut tidak hanya membantu memulihkan penglihatan para pasien, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kemandirian, dan kualitas hidup masyarakat Kota Tidore Kepulauan.
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan berharap sinergi seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, merata, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
***



