Kamis, Agustus 6, 2026
spot_img
BerandaBERANDAKesehatanWali Kota Tidore Temui Menkes, Perkuat Layanan Kesehatan dan Kesejahteraan Tenaga Medis

Wali Kota Tidore Temui Menkes, Perkuat Layanan Kesehatan dan Kesejahteraan Tenaga Medis

Wali Kota Tidore Temui Menkes, Perkuat Layanan Kesehatan dan Kesejahteraan Tenaga Medis

  • Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Jakarta.
  • Untuk memperkuat layanan kesehatan, pemerataan fasilitas medis, serta peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan.
  • Pemerintah pusat memastikan program prioritas kesehatan tetap berjalan meski ada efisiensi anggaran.

JAKARTA – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus memperkuat upaya peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, melakukan audiensi strategis dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, di Blok C Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, pemerataan fasilitas medis, serta kesejahteraan tenaga kesehatan di daerah. Wali Kota didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Daerah Tidore, dan Wakil Direktur RSD Tidore.

Dalam audiensi tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arah kebijakan kesehatan nasional kini berfokus pada upaya pencegahan penyakit melalui penguatan layanan kesehatan primer.

“Kita harus bikin kesehatan bagus dengan cara menjaga masyarakat tetap sehat. Saat ini, 80 persen anggaran Kementerian Kesehatan habis untuk mengurus orang sakit. Tantangan kita ke depan adalah bagaimana membuat masyarakat tidak mudah sakit,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Menkes, perubahan paradigma tersebut menjadi langkah penting agar sistem kesehatan Indonesia lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Menteri Kesehatan juga menekankan pentingnya pemerataan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pembangunan Puskesmas harus mengikuti standar pelayanan yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, satu Puskesmas idealnya melayani maksimal sekitar 25.000 penduduk, dengan waktu tempuh masyarakat dari wilayah terjauh menuju fasilitas kesehatan tidak lebih dari dua jam.

Standar tersebut diharapkan mampu menjamin akses pelayanan kesehatan yang merata hingga ke daerah kepulauan dan wilayah terpencil.

Meski Kementerian Kesehatan sedang menerapkan efisiensi anggaran, Budi Gunadi Sadikin memastikan program prioritas peningkatan mutu layanan kesehatan tidak akan terganggu.

Ia menjelaskan bahwa dalam dua hingga tiga tahun mendatang pemerintah akan menjalankan sejumlah program strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer di seluruh Indonesia.

“Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Kementerian Kesehatan akan melengkapi sekitar 10.000 Puskesmas dengan alat laboratorium untuk pemeriksaan darah dan urine, mesin USG, serta peralatan kesehatan gigi,” jelas Menkes.

Selain pengadaan alat kesehatan, pemerintah juga akan memberikan bantuan operasional bagi Puskesmas, melakukan renovasi terhadap 450 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan melalui pemberian insentif tambahan bagi dokter umum dan dokter gigi, setelah sebelumnya program serupa diberikan kepada dokter spesialis.

Muhammad Sinen Optimistis Pelayanan Kesehatan Tidore Meningkat

Menanggapi paparan Menteri Kesehatan, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah pusat dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan di daerah.

Ia optimistis berbagai persoalan pelayanan kesehatan yang selama ini dihadapi Kota Tidore Kepulauan akan memperoleh perhatian dan solusi nyata dari pemerintah pusat.

“Apa yang menjadi kendala kesehatan di daerah dipastikan akan diperhatikan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun mendatang. Terkait tunjangan dan pendapatan dokter yang disampaikan oleh Bapak Menteri, itu juga akan menjadi prioritas,” ujar Muhammad Sinen.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat fasilitas medis, dan memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Kota Tidore Kepulauan.

Muhammad Sinen juga mengapresiasi keterbukaan Kementerian Kesehatan yang memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan tantangan pelayanan kesehatan.

Ia menilai audiensi tersebut berlangsung produktif karena seluruh aspirasi yang disampaikan mendapat respons positif dari Menteri Kesehatan beserta jajaran pejabat kementerian.

“Alhamdulillah, kami dapat bertemu langsung dengan Bapak Menteri Kesehatan beserta jajaran, mulai dari Sekretaris Jenderal, para Direktur Jenderal hingga para direktur. Apa yang kami sampaikan direspons dengan baik. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi kemajuan pelayanan kesehatan di Tidore ke depan,” tuturnya.

Audiensi antara Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Kementerian Kesehatan RI diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

Melalui penguatan fasilitas kesehatan, modernisasi peralatan medis, peningkatan kapasitas rumah sakit, serta kesejahteraan tenaga kesehatan, pemerintah berharap masyarakat Tidore Kepulauan memperoleh layanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau, berkualitas, dan berkelanjutan.

Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem kesehatan nasional yang lebih tangguh, merata, dan berorientasi pada pelayanan preventif demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments