Kamis, Juli 30, 2026
spot_img
BerandaBERANDAInternasionalHamas dan Fatah Tandatangani Perjanjian di Beijing untuk Persatuan Nasional Palestina

Hamas dan Fatah Tandatangani Perjanjian di Beijing untuk Persatuan Nasional Palestina

Beijing, Tiongkok – Organisasi perjuangan Palestina, Hamas, mengumumkan penandatanganan perjanjian bersejarah dengan rivalnya, Fatah, serta organisasi Palestina lainnya, pada Selasa (23/7/2024) di Beijing, Tiongkok. Perjanjian ini bertujuan untuk memperkuat persatuan nasional Palestina.

Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, menyatakan bahwa kedua pihak sepakat membentuk pemerintahan rekonsiliasi nasional sementara guna mengatur Jalur Gaza pascaperang. Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat senior Hamas, Musa Abu Marzuk, utusan Fatah, Mahmud al-Aloul, dan utusan dari 12 organisasi lainnya.

“Hari ini kami menandatangani perjanjian untuk persatuan nasional dan kami katakan bahwa jalan untuk menyelesaikan perjalanan ini adalah persatuan nasional. Kami berkomitmen untuk persatuan nasional dan kami menyerukannya,” ujar Abu Marzuk setelah bertemu Wang Yi dan utusan lainnya, dikutip dari AFP.

Tiongkok berupaya menjadi mediator dalam konflik ini. Namun, upaya mediasi ini terhambat oleh persaingan antara Hamas yang menguasai Jalur Gaza, dan Fatah yang mengendalikan Tepi Barat. Meski begitu, Wang Yi menyampaikan bahwa kelompok tersebut telah berkomitmen pada rekonsiliasi.

“Sorotan yang paling menonjol adalah kesepakatan untuk membentuk pemerintahan rekonsiliasi nasional sementara seputar tata kelola Gaza pascaperang… Rekonsiliasi merupakan masalah internal bagi faksi-faksi Palestina, tetapi pada saat yang sama, hal itu tidak dapat dicapai tanpa dukungan masyarakat internasional,” kata Wang setelah penandatanganan “Deklarasi Beijing” oleh berbagai faksi di ibu kota Tiongkok tersebut.

Wang Yi menambahkan bahwa Tiongkok bersemangat untuk memainkan peran konstruktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Tiongkok, katanya, menyerukan gencatan senjata yang komprehensif, berkelanjutan, dan langgeng, serta mempromosikan pemerintahan sendiri Palestina dan pengakuan penuh Palestina di PBB.

Hamas dan Fatah telah menjadi rival berat sejak pejuang Hamas mengusir Fatah dari Jalur Gaza setelah bentrokan mematikan pasca kemenangan Hamas dalam pemilu 2006.

Fatah sendiri mengendalikan Otoritas Palestina, yang memiliki kontrol administratif di sebagian Tepi Barat Palestina.

Meskipun beberapa upaya rekonsiliasi sebelumnya gagal, seruan untuk bersatu semakin menguat sejak operasi Hamas ke Israel pada Oktober lalu, yang memicu serangan Israel di Gaza dan kekerasan di Tepi Barat, tempat Fatah bermarkas.

Tiongkok menghubungi Fatah dan Hamas pada April lalu, meski pertemuan yang dijadwalkan pada Juni ditunda.

Secara historis, Tiongkok bersimpati terhadap perjuangan Palestina dan mendukung solusi dua negara untuk Israel dan Palestina.***

Sumber: AFP

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments