Rabu, Oktober 7, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalHalteng Tuan Rumah Olimpiade Gasing Nasional 2026, Ini Alasannya

Halteng Tuan Rumah Olimpiade Gasing Nasional 2026, Ini Alasannya

  • Sorotan Laporan:
  • Halmahera Tengah mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Olimpiade Matematika Gembira, Asyik, dan Menyenangkan (Gasing) tingkat nasional 2026 setelah pelajar daerah itu menunjukkan prestasi konsisten selama tiga tahun berturut-turut.
  • Perjalanan tersebut dimulai pada kompetisi di Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada 2023. Siswa Halteng berhasil meraih juara pertama tingkat nasional. Prestasi yang sama kembali dipertahankan ketika ajang berikutnya digelar di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, pada 2024.
  • Konsistensi itu berlanjut pada 2025. Dalam kompetisi di Banyuwangi, Jawa Timur, pelajar asal Halteng kembali menduduki posisi pertama. Rangkaian capaian tersebut menjadi salah satu alasan daerah itu dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan 2026.
  • Kompetisi tahun ini berlangsung di Hotel Said Bella, Kota Ternate, pada 5–7 Oktober 2026. Pembukaan dilakukan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, sementara Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji menyampaikan apresiasi sekaligus menjelaskan pentingnya pengembangan kemampuan peserta didik.
  • Menurut Ikram, Matematika Gasing tidak berkaitan dengan permainan tradisional. Istilah tersebut merujuk pada metode pembelajaran yang digunakan guru dan instruktur untuk membuat konsep matematika lebih mudah dipahami peserta didik.
  • Keberhasilan pelajar Halteng juga disebut tidak terlepas dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan dan kesehatan menjadi sektor yang mendapat perhatian anggaran karena keduanya dipandang sebagai fondasi bagi lahirnya generasi berkualitas.
  • Potensi peserta didik, menurut Ikram, juga tidak hanya dapat dilihat dari kemampuan berhitung. Sejumlah anak Halteng disebut menunjukkan bakat dalam sains, logika, teknologi, hingga permainan yang membutuhkan ketelitian seperti Rubik.
  • Untuk memperluas manfaat pembelajaran, Halteng kini memiliki sekitar 16 guru yang telah menguasai Matematika Gasing. Para tenaga pengajar tersebut telah diberi kesempatan untuk berbagi ilmu melalui pelatihan di sejumlah daerah selama kurang lebih dua pekan.
  • Pemkab Halmahera Tengah bahkan menyatakan kesiapan membantu biaya apabila pemerintah kabupaten atau kota lain di Maluku Utara ingin mengundang guru tersebut. Tawaran itu menjadi bentuk kolaborasi untuk memperluas penerapan metode pembelajaran sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga pendidik.
  • Bagi Ikram, pembangunan sumber daya manusia harus menjadi agenda bersama. Prestasi satu daerah tidak seharusnya berhenti sebagai kebanggaan lokal, tetapi dapat dibagikan agar semakin banyak anak di Maluku Utara memperoleh kesempatan mengembangkan potensi.
  • Olimpiade Matematika Gasing Nasional 2026 akhirnya bukan hanya menjadi panggung kompetisi. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi pelajar Halteng, memperkuat jejaring pendidikan, dan mendorong kerja sama antardaerah dalam menyiapkan generasi Maluku Utara yang lebih kompetitif.

Poin-poin penting ini di tulis oleh para reporter dan editor yang mengerjakan berita ini. 

TERNATE — Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade Matematika Gembira, Asyik, dan Menyenangkan (Gasing) tingkat nasional 2026 setelah para siswanya tiga kali berturut-turut meraih juara pertama dalam ajang tersebut.

Kompetisi nasional itu digelar di Hotel Said Bella, Kota Ternate, pada 5–7 Oktober 2026. Pembukaan berlangsung Senin (5/10/2026) dan dilakukan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe.

Bupati Halmahera Tengah Ikram M. Sangadji dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada peserta sekaligus menjelaskan perjalanan prestasi pelajar daerahnya hingga dipercaya menjadi tuan rumah.

Ikram mengatakan, kepercayaan menjadi penyelenggara tingkat nasional tidak datang secara tiba-tiba. Hal tersebut berkaitan erat dengan konsistensi pelajar Halteng dalam menunjukkan kemampuan pada kompetisi Matematika Gasing.

Menurutnya, prestasi itu mulai ditorehkan ketika kompetisi berlangsung di Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada 2023. Pelajar asal Halteng saat itu berhasil meraih juara pertama tingkat nasional.

Setahun kemudian, pencapaian tersebut kembali dipertahankan ketika perlombaan digelar di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Pada 2025, siswa Halteng kembali menjadi yang terbaik dalam kompetisi di Banyuwangi, Jawa Timur.

Rangkaian prestasi itulah yang kemudian memperkuat kepercayaan untuk menjadikan Halteng sebagai lokasi penyelenggaraan pada 2026.

“Tahun 2026 dilaksanakan di Halmahera Tengah,” ujar Ikram saat di wawancara, Senin 5 Oktober 2026

Ikram meluruskan anggapan yang mungkin muncul ketika masyarakat mendengar istilah Gasing. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan perlombaan permainan tradisional, melainkan metode pembelajaran matematika.

“Kalau orang lihat baliho, poster, atau flyer mungkin orang pikir ini permainan gasing. Padahal ini adalah Olimpiade Matematika Gasing. Gasing itu cara instruktur dan guru untuk mengajar terhadap siswa,” kata Ikram.

Metode tersebut dirancang untuk membantu peserta didik memahami konsep matematika dengan pendekatan yang lebih cepat, mudah, dan menyenangkan.

Bagi pemerintah daerah, metode pembelajaran itu juga menjadi salah satu pendekatan untuk menggali kemampuan anak sejak usia sekolah.

Ikram menyebut prestasi pelajar tidak hanya lahir dari metode pembelajaran. Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah juga memberikan perhatian besar terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan.

“Pendidikan dan kesehatan yang paling besar anggaran kami, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, itu. Kenapa? Karena orang akan sehat, orang akan pintar, orang akan mau berusaha sekolah kalau dia sehat,” jelasnya.

Ia menilai anak yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk mengikuti proses pendidikan secara optimal. Karena itu, pembangunan manusia harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik.

Ikram mengatakan Matematika Gasing juga dapat menjadi pintu untuk mengenali kemampuan anak di bidang lain. Ia melihat sejumlah pelajar Halteng memiliki potensi pada sains, logika, hingga teknologi.

Salah satu yang dicontohkan ialah siswa asal Wairoro, Kecamatan Beda Selatan, yang disebutnya masuk dalam daftar 10 siswa yang mampu menembus sistem keamanan NASA dan memperoleh penghargaan.

“Saya yakin Uril setelah SMA nanti dia akan diterima di salah satu universitas di Amerika. Mau di Harvard atau di MIT, tapi kayaknya dia lebih ke sains,” katanya.

Selain kemampuan akademik, Ikram menyinggung sejumlah siswa yang mampu menyelesaikan permainan Rubik dalam waktu singkat. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan setiap anak memiliki bentuk kecerdasan dan keunggulan yang berbeda.

Karena itu, pemerintah memiliki peran untuk menemukan bakat, memberikan pembinaan, serta membuka ruang bagi peserta didik agar kemampuan mereka berkembang secara maksimal.

Keberhasilan Halteng tidak hanya ingin dinikmati masyarakat di wilayah tersebut. Pemkab membuka kesempatan kepada pemerintah kabupaten dan kota lain di Maluku Utara untuk memanfaatkan tenaga pengajar yang telah menguasai Matematika Gasing.

Saat ini, sekitar 16 guru di Halteng telah menguasai metode tersebut. Mereka bahkan telah dikirim ke sejumlah wilayah untuk memberikan pelatihan sekaligus mengajar selama kurang lebih dua pekan.

“Kami sudah menawarkan di kabupaten lainnya karena kita punya guru yang bisa melakukan penyebaran. Bisa nanti dibiayai oleh pemerintah Halteng, sama saja di Halbar atau di mana pun,” ungkap Ikram.

Ia menegaskan, pemerintah daerah siap membantu pembiayaan apabila kabupaten atau kota lain ingin mengundang guru Matematika Gasing dari Halteng untuk memberikan pelatihan.

Ikram menilai pembangunan sumber daya manusia tidak semestinya terhenti pada batas administratif. Anak-anak berprestasi di berbagai daerah perlu mendapatkan kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan menunjukkan kemampuan.

Karena itu, capaian pelajar Halteng dalam Matematika Gasing diharapkan tidak sekadar menjadi kebanggaan daerah. Pengalaman tersebut juga dapat menjadi modal untuk memperkuat kerja sama pendidikan antardaerah di Maluku Utara.

Dengan menjadi tuan rumah Olimpiade Matematika Gasing Nasional 2026, Halteng memperoleh kesempatan untuk menunjukkan hasil pembinaan sekaligus berbagi pengalaman melalui tenaga pendidik yang telah disiapkan.

Ikram berharap langkah tersebut dapat memperluas manfaat pembelajaran Matematika Gasing dan ikut mendorong pemerataan kualitas sumber daya manusia di seluruh Maluku Utara.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments