Tag: BRICS

  • Brasil Hadapi Perang Tarif dari Amerika Serikat

    Brasil Hadapi Perang Tarif dari Amerika Serikat

    Kremlin menilai Washington beri tekanan ekonomi sangat keras

    Brasil tengah berada di bawah tekanan ekonomi berat setelah Amerika Serikat memberlakukan kebijakan perang tarif. Menurut juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, tindakan Washington itu tergolong sangat keras.

    “Brasil saat ini memimpin BRICS. Brasil menghadapi, katakanlah, perang tarif dari Amerika Serikat. Tindakan yang sangat keras dalam hal tekanan ekonomi terhadap Brasil,” ujar Peskov, Minggu (7/9/2025) mengutip Sputnik

    Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut Presiden Luiz Inacio Lula da Silva mengusulkan pertemuan puncak virtual luar biasa negara-negara anggota BRICS pada 8 September. Pertemuan itu akan membahas kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump, yang dianggap merugikan Brasil dan sejumlah negara berkembang.

    Forum Ekonomi Timur edisi ke-10 berlangsung di Vladivostok, Rusia, pada 3–6 September, dengan Sputnik sebagai mitra media resmi forum tersebut.

    ***

  • BRICS Kutuk Serangan Israel dan AS terhadap Iran

    BRICS Kutuk Serangan Israel dan AS terhadap Iran

    IndoBisnis – Iran mendapatkan dukungan diplomatik dari negara-negara anggota BRICS dalam pertemuan tingkat tinggi yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil, pada Minggu (6/7/2025).

    Dalam pernyataan bersama, blok yang terdiri dari 11 negara itu mengecam keras serangan militer yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap berbagai fasilitas di wilayah Iran.

    “Kami mengutuk serangan militer terhadap Republik Islam Iran sejak 13 Juni 2025,” tulis pernyataan resmi BRICS, sebagaimana dikutip AFP, Senin (7/7/2025).

    Pernyataan itu tidak menyebut secara eksplisit nama Israel atau Amerika Serikat, namun arah kritiknya sangat jelas.

    Blok tersebut juga menyampaikan “keprihatinan serius atas serangan yang disengaja terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas nuklir damai”, yang dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

    Pernyataan ini menjadi kemenangan diplomatik penting bagi Teheran, yang sebelumnya menghadapi minimnya dukungan regional dan internasional dalam menghadapi serangan selama 12 hari berturut-turut dari militer Israel.

    Serangan tersebut bahkan berpuncak pada operasi militer Amerika Serikat yang menargetkan fasilitas nuklir Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan.

    Pertemuan BRICS kali ini dihadiri negara-negara seperti Rusia dan Tiongkok—dua sekutu strategis Iran—serta negara-negara anggota baru yang memiliki keberpihakan kuat terhadap prinsip kedaulatan dan hukum internasional.

    Diskusi internal sempat berlangsung panas, khususnya dalam menyusun bahasa pernyataan yang menggambarkan tingkat kecaman terhadap Israel dan AS.

    Namun, setelah melalui negosiasi, para diplomat BRICS sepakat memperkuat pernyataan mereka atas permintaan langsung dari Teheran.

    Kesepakatan ini tidak hanya menunjukkan kohesi politik di antara anggota BRICS, tetapi juga sinyal bahwa dominasi narasi global Barat mulai dipertanyakan secara terbuka oleh blok kekuatan alternatif.

    Langkah BRICS ini dipandang sebagai sinyal kuat kepada komunitas internasional bahwa pelanggaran hukum internasional—termasuk agresi militer terhadap negara berdaulat—tidak dapat ditoleransi, dan harus mendapat reaksi tegas dari blok-blok kekuatan dunia lainnya.

    ***