Wali Kota Tidore Minta Masyarakat Berikan Data Akurat untuk Kebijakan Tepat Sasaran.
- Ringkasan Berita:
- Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Maluku Utara yang digelar BPS RI di Kota Ternate.
- Muhammad Sinen meminta masyarakat memberikan data yang akurat serta menginstruksikan seluruh camat, lurah, dan kepala desa mendukung pelaksanaan sensus.
- Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting dalam memetakan transformasi ekonomi Maluku Utara yang kini berkembang pesat melalui sektor industri nikel, perikanan, pariwisata, dan ekonomi digital.
TERNATE, IndoBisnis – Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Ballroom Sahid Bela Hotel, Kota Ternate, Kamis (18/6/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Sinen mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang valid dan akurat demi mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, serta para bupati dan wali kota se-Maluku Utara yang ditandai dengan pemukulan tifa sebagai simbol dimulainya rangkaian sensus ekonomi di daerah.
Muhammad Sinen Tekankan Pentingnya Kejujuran Data
Dalam sambutannya, Muhammad Sinen menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada keterbukaan masyarakat saat proses pendataan berlangsung.
Menurutnya, data yang akurat akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun program pembangunan dan kebijakan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Saya berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan memberikan data yang valid dan akurat, sehingga ke depan nanti pemerintah dapat melakukan intervensi kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Muhammad Sinen.
Wali Kota Tidore Kepulauan juga menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari camat, lurah, kepala desa, hingga perangkat pemerintahan lainnya untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Ia meminta seluruh aparatur daerah bersinergi dengan petugas lapangan dari BPS guna memastikan proses pendataan berjalan lancar, cepat, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Seluruh camat, lurah, dan kepala desa beserta perangkat dan jajarannya wajib bersinergi dengan petugas lapangan untuk memberikan kemudahan akses serta mendukung kecepatan kerja petugas BPS demi kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Muhammad Sinen juga memastikan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan terus memperkuat koordinasi dengan BPS Kota Tidore Kepulauan agar seluruh data yang dihimpun tetap valid dan bebas dari kendala administrasi.
Sementara itu, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam memotret perubahan struktur ekonomi yang sedang terjadi di Maluku Utara.
Menurut Amalia, Maluku Utara saat ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dan tengah memasuki fase transformasi ekonomi yang signifikan.
Dahulu, perekonomian Maluku Utara didominasi sektor pertanian dan perdagangan rempah-rempah. Kini, struktur ekonomi daerah mulai bergeser ke sektor industri pengolahan nikel yang berkembang pesat, disertai potensi besar dari sektor perikanan dan pariwisata.
Amalia menambahkan, Sensus Ekonomi 2026 dirancang untuk menangkap perubahan pola aktivitas ekonomi masyarakat modern, termasuk perkembangan transaksi digital dan perdagangan berbasis daring yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui pendataan yang komprehensif dan kolaborasi erat antara pemerintah daerah serta masyarakat, BPS menargetkan tersedianya basis data ekonomi yang akurat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam menghasilkan peta ekonomi nasional yang mutakhir dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan di masa depan.
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting bagi Maluku Utara untuk memperkuat kualitas data pembangunan daerah. Data yang valid tidak hanya menjadi alat statistik, tetapi juga menjadi instrumen utama dalam menentukan arah pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai kondisi ekonomi Maluku Utara sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah yang saat ini terus menunjukkan tren positif.
***
