Sorotan Laporan
- Komika Abdur Arsyad mengkritik kondisi negara melalui video berdurasi 1 menit 52 detik.
- Abdur menilai masyarakat seharusnya fokus bekerja dan mengembangkan potensi diri.
- Ia menyoroti beban pajak serta berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.
- Abdur meminta pemerintah dan pihak terkait membantu masyarakat.
- Ia berharap rakyat diberi ruang untuk beristirahat dari berbagai persoalan negara.
Jakarta – Komika Abdur Arsyad meluapkan kekecewaannya terhadap kondisi negara melalui sebuah video berdurasi 1 menit 52 detik. Dalam pernyataannya, Abdur menilai masyarakat Indonesia seharusnya dapat fokus bekerja dan mengembangkan potensi diri, bukan terus dibebani persoalan pemerintahan.
Abdur menyebut buruknya pengelolaan negara membuat rakyat harus ikut memikirkan berbagai persoalan yang semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Capek sekali teman-teman jadi WNI ini ya. Kita ini ya harusnya tuh fokus kerja, fokus asah potensi diri untuk kemajuan negara ini. Tapi gara-gara negara ini diurus dengan busuk, jadi kita-kita lagi yang harus ikut pikir,” ujar Abdur dalam video dikutip, Minggu 1 November 2026.
Abdur mengatakan pemilihan umum seharusnya menjadi sarana bagi masyarakat untuk memilih wakil rakyat dan pemimpin yang bertanggung jawab mengurus negara.
Ia berharap para pejabat dapat menjalankan tugasnya dengan baik agar masyarakat bisa berkonsentrasi pada pekerjaan masing-masing.
Menurut Abdur, kemajuan negara membutuhkan pemerintahan yang berjalan dengan baik sehingga rakyat tidak terus-menerus dibebani persoalan politik dan kebijakan.
“Biar mereka-mereka ini yang ambil bagian pikir negara ini. Biar kita tuh bisa fokus di kerjaan kita masing-masing,” katanya.
Ia kemudian menyinggung Jepang sebagai contoh negara yang dinilainya mampu berkembang karena masyarakat dapat fokus pada pekerjaan, sementara pemerintah menjalankan tanggung jawabnya.
Abdur juga mencontohkan kreator manga One Piece, Eiichiro Oda, yang menurutnya dapat menghasilkan karya dengan ide-ide cemerlang karena memiliki kesempatan untuk berkonsentrasi.
Dalam video tersebut, Abdur turut menyoroti kewajiban pajak yang harus dipenuhi masyarakat.
Ia menggambarkan situasi ketika rakyat telah bekerja untuk memperoleh penghasilan, tetapi masih harus menghadapi berbagai kewajiban dan persoalan negara.
“Begitu di pekerjaan dapat untung, negara datang minta pajak,” ucapnya.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari kritik Abdur terhadap kondisi yang menurutnya membuat masyarakat semakin terbebani.
Ia juga meminta pihak-pihak yang menjadi bagian dari alat negara agar memahami kesulitan yang dirasakan rakyat.
Abdur kemudian menyampaikan permohonan kepada pemerintah dan pihak terkait agar tidak membiarkan masyarakat menghadapi berbagai persoalan sendirian.
Ia meminta para pejabat untuk mencoba memahami kondisi rakyat yang harus bekerja sekaligus memikirkan persoalan negara.
“Satu saja ikut di posisi kami dong. Bantu kami. Jangan kalian kasih biar ini rakyat sendiri saja,” ujar Abdur.
Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul secara bertubi-tubi membuat masyarakat kelelahan dan membutuhkan ruang untuk beristirahat.
Dalam bagian akhir video, Abdur menyebut sejumlah peristiwa yang menurutnya menambah beban pikiran masyarakat.
Beberapa hal yang disinggung di antaranya persoalan karuhut, larangan terhadap Sepandu Greenpeace, penghalangan aksi mahasiswa di kawasan HI, parkir bus di Istana, hingga dugaan pembayaran orang untuk menggelar aksi tandingan di HI.
Ia juga menyinggung peristiwa penggerebekan santriwati yang disebutnya dalam video tersebut.
Abdur menilai berbagai persoalan itu membuat masyarakat semakin lelah menghadapi situasi yang terjadi.
“Tidak perlu saya rinci ya. Dari awal, terlalu banyak. Yang akhir-akhir ini saja,” katanya.
Menutup video tersebut, Abdur kembali meminta agar masyarakat diberikan kesempatan untuk beristirahat dari berbagai persoalan yang terus muncul.
“Apa lagi besok ini? Tolonglah, kasih kami istirahat. Tolong,” tuturnya.
Pernyataan Abdur tersebut menjadi bentuk kritik terhadap kondisi pemerintahan sekaligus menggambarkan keresahan masyarakat yang berharap negara dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.
***
