IB | Tidore, Maluku Utara – Bentrok antarsuporter bola hingga saling lempar batu pun terjadi antara pendukung poram mareku dan pendukung pusam tomalou setelah usai bermain bola di gurabati. Sehingga terjadi kemacetan di perbatasan antara kampung tuguwiha dan tomalou yang mengakibatkan beberapa suporter dan dua orang pemain poram yaitu Ichlasul qodri terkena pukulan dari pendukung pusam dan firman djafar mengalami memar dikaki kanan karena terkena lemparan batu.
Sedangkan beberapa rumah tidak luput dari lemparan batu dari kedua bela pihak yang sedang bertikai. Yang mengakibatkan kerusakan yaitu pecahnya kaca rumah karena terkena lemparan batu. Dan beberapa rumah yang kebocoran karena terkena lemparan batu. Polres Tidore langsung turun tangan sehingga bentrokan tidak meluas
Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari kedua kubu yang bertikai. Menurut beberapa pendukung poram bahwa. Perkelahian terjadi karena dipicu dari tindakan pemukulan yang dilakukan oleh pendukung pusam tomalou kepada pemain poram mareku yang selesai sholat magrib di mesjid.
“Torang pe pemain masuk sembahyang melakukan sembahyang magrib, pas selesai sholat, dan pas keluar dari mesjid langsung dapa pukul dari pendukung pusam tomalou. Makanya Torang tara puas,” Tutur mereka
Sedangkan dari pihak pendukung pusam tomalou, menjelaskan bahwa pemicu dari perkelahian antara pendukung pusam dan poram tersebut, karena disebabkan oleh saling ejek mengejek antara suporter poram mareku dan suporter pusam tomalou. Saat suporter poram melewati perkampungan tomalou.
Dorang (suporter poram) lewat konk bataria sambil ejek torang. Maka torang terpancing emosi konk dia jadi sudah. Tutur mereka
Sedangkan menurut Kapolresta kota Tidore Kepulauan Kombes (Pol) Yury Nurhidayat, kepada wartawan indobisnis menjelaskan. Kami dari pihak kepolisan akan melakukan penyidikan, dan pihak kepolisian memanggil pihak-pihak terkait dari kedua bela pihak, untuk melakukan mediasi kepada kedua bela pihak di Polresta Tidore pada hari Rabu 31 mei 2023, pukul 10.00 WIT,
Lanjutnya, Pihak kepolisian meminta pihak panitia Gurabati Open Turnamen untuk berhenti sementara sampai masalah perkelahian antara pendukung poram mareku dan pendukung pusam tomalou diselesaikan. Dikarenakan kedua bela pihak masing-masing mengklaim sama-sama memiliki korban. Tuturnya
Menurut, Warga yang rumahnya terkena lemparan batu. Menjelaskan bahwa kejadian nya terjadi selepas sholat magrib.
Penulis : Mardan Amin
