Populasi babi di Indonesia tercatat mencapai 3.650.379 ekor pada 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Angka tersebut menunjukkan kenaikan dibandingkan populasi babi pada tahun sebelumnya.
Peningkatan populasi ternak babi tersebut memperlihatkan masih tingginya aktivitas peternakan babi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di kawasan timur.
Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi domestik, ternak babi juga menjadi salah satu komoditas peternakan yang memiliki nilai ekonomi dan potensi ekspor bagi Indonesia.
Nusa Tenggara Timur tercatat menjadi provinsi dengan populasi babi terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 1.083.186 ekor.
Posisi berikutnya ditempati Sulawesi Selatan dengan populasi 474.070 ekor dan Bali sebanyak 433.481 ekor.
Dominasi wilayah timur Indonesia dalam populasi ternak babi dipengaruhi faktor budaya, konsumsi masyarakat, hingga aktivitas peternakan tradisional yang masih berkembang kuat di daerah tersebut.
Data BPS juga menunjukkan ternak babi masih menjadi salah satu sektor peternakan yang menopang ekonomi masyarakat di sejumlah provinsi, terutama pada sektor pangan dan perdagangan hewan ternak.
Berikut daftar provinsi dengan populasi babi terbanyak di Indonesia berdasarkan data BPS tahun 2025:
1. Nusa Tenggara Timur — 1.083.186 ekor
2. Sulawesi Selatan — 474.070 ekor
3. Bali — 433.481 ekor
