- Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota Tidore Kepulauan memastikan inflasi menjelang Iduladha 2026 masih terkendali.
- Meski begitu, harga cabai di Pasar Sarimalaha naik hingga Rp80 ribu per kilogram, sementara stok minyak goreng subsidi “Minyak Kita” di Maluku Utara dilaporkan kosong akibat distribusi yang belum normal.
IndoBisnis — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memantau perkembangan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (25/5/2026), Pemkot Tidore mengungkapkan kenaikan harga cabai serta kosongnya stok minyak goreng subsidi “Minyak Kita” di wilayah Maluku Utara.
Rapat koordinasi mingguan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, dan diikuti pemerintah daerah secara virtual di seluruh Indonesia.
Dari Kota Tidore Kepulauan, rapat diikuti Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain, dari Ruang Rapat Sekda Kantor Wali Kota Tidore.
Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menilai inflasi nasional menjelang Iduladha lebih terkendali dibandingkan saat Idulfitri sebelumnya. Namun, cabai rawit dan cabai merah masih menjadi penyumbang terbesar kenaikan inflasi di berbagai daerah.
Pemerintah daerah diminta memperkuat pengawasan distribusi bahan pokok agar lonjakan harga tidak semakin tinggi menjelang hari besar keagamaan.
Usai mengikuti rapat, Taher Husain mengungkapkan bahwa stok minyak goreng subsidi “Minyak Kita” di Maluku Utara saat ini kosong akibat distribusi yang belum berjalan normal.
“Untuk Maluku Utara, rata-rata Minyak Kita kosong. Jadi mitra-mitra Bulog sementara belum memiliki stok karena distribusi masih berlangsung,” kata Taher Husain.
Kondisi tersebut mulai dikhawatirkan masyarakat karena minyak goreng subsidi menjadi salah satu kebutuhan utama menjelang Iduladha.
Selain minyak goreng, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan juga mencatat kenaikan harga cabai di Pasar Sarimalaha. Harga cabai Tidore kini mencapai Rp80 ribu per kilogram.
“Harga cabai di Pasar Sarimalaha Kota Tidore Kepulauan saat ini sudah berada di kisaran Rp80.000 per kilogram. Untuk komoditas lain masih stabil,” ujar Taher.
Ia menjelaskan, harga daging ayam dan daging sapi masih normal. Bahkan harga telur mengalami penurunan dibanding beberapa pekan sebelumnya.
“Daging ayam stabil, harga telur malah turun, dan harga daging sapi juga masih stabil,” katanya.
Meski harga cabai mengalami kenaikan, kondisi inflasi Kota Tidore Kepulauan secara umum masih terkendali. Hal itu terlihat dari Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang masih berada pada posisi deflasi sebesar minus 1,74 persen sepanjang Mei 2026.
“IPH bulan Mei masih berada di posisi deflasi -1,74 persen. Artinya, rata-rata harga komoditas menjelang H-2 Iduladha masih stabil, kecuali cabai,” jelas Taher Husain.
Ia menambahkan, kenaikan harga cabai kali ini belum setinggi saat Idulfitri lalu yang sempat menyentuh Rp100 ribu per kilogram.
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan memastikan TPID akan terus memantau perkembangan harga dan distribusi bahan pokok agar masyarakat tidak terdampak lonjakan harga menjelang Iduladha.
“Kami akan terus memantau perkembangan harga dan memastikan distribusi bahan pokok, khususnya minyak goreng, segera lancar agar masyarakat tidak terdampak menjelang Iduladha,” pungkas Taher Husain.
***
Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.
Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: Inflasi Tidore Jelang Iduladha Terkendali
Disclaimer
Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.
IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.
