Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalGeorge Soros Dituding Dalang Gelombang Protes Indonesia

George Soros Dituding Dalang Gelombang Protes Indonesia

Sputnik kaitkan protes dengan dana asing, Hendropriyono dan Prabowo buka suara

Media asal Rusia, Sputnik, menuding nama George Soros sebagai sosok di balik gelombang protes yang terjadi belakangan ini di Indonesia. Tudingan itu disampaikan oleh Angelo Giuliano, analis geopolitik yang disebut fokus pada isu hubungan internasional.

Dalam keterangannya, Giuliano menilai ada indikasi kuat pengaruh asing dalam aksi massa. Salah satunya ditandai dengan penggunaan bendera One Piece, simbol dari anime Jepang, yang menurutnya tak lepas dari upaya eksternal.

“Ada kemungkinan Soros terlibat karena yayasannya telah aktif mendistribusikan dana lebih dari 8 miliar dolar AS sejak 1990,” ungkap Giuliano, seperti dikutip Sputnik.

Selain Soros, Giuliano juga menyinggung peran National Endowment for Democracy (NED), lembaga swadaya yang menurutnya sudah mendanai media di Indonesia sejak 1990.

Tudingan tersebut muncul tak lama setelah eks Kepala BIN AM Hendropriyono menyebut aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI dibiayai pihak asing.

“Dari luar [negeri], dari luar. Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam,” kata Hendropriyono pada Kamis (28/8/2025).

Presiden Prabowo Subianto juga ikut memberikan respons. Dalam konferensi pers Minggu (31/8), ia menegaskan gelombang aksi massa pascainsiden meninggalnya Afan Kurniawan memiliki gejala berbahaya.

“Namun kita tidak dapat pungkiri, kelihatan gejala adanya tindakan-tindakan di luar hukum bahkan mengarah kepada makar dan terorisme,” tegas Prabowo.

Siapa George Soros?

George Soros dikenal sebagai filantropis kelas dunia sekaligus pendiri Open Society Foundations, yayasan yang mendukung individu dan organisasi di lebih dari 120 negara. Lahir di Budapest, Hongaria pada 1930, Soros tumbuh di masa kelam pendudukan Nazi.

Setelah menempuh studi di London School of Economics, ia hijrah ke Amerika Serikat pada 1956 dan membangun karier gemilang di dunia investasi melalui Soros Fund Management.

Kekayaan besar membuat Soros aktif dalam kegiatan filantropi. Pada 1980-an, ia membangun Open Society Foundations, mengambil nama dari pemikiran filsuf Karl Popper tentang masyarakat terbuka.

Hingga kini, Soros tercatat sudah menyumbangkan lebih dari 32 miliar dolar AS untuk beasiswa, kebebasan sipil, hingga program demokrasi di berbagai negara.

Namun, Sputnik menuding jejaring dana Soros ini menjadi pintu masuk pengaruh asing di balik protes di Indonesia.

Media yang didanai pemerintah Rusia itu juga mengutip Jeff J. Brown, penulis The China Trilogy, yang menyebut Barat berniat menjadikan Prabowo sebagai diktator pro-AS.

Tetapi langkah Prabowo bergabung dengan BRICS dianggap tak sesuai agenda Barat sehingga perlu ditekan.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments