Sputnik sebut simbol One Piece bukti pengaruh asing
Simbol bendera bajak laut One Piece yang bermunculan dalam gelombang protes di Indonesia disebut sebagai tanda adanya pengaruh asing. Klaim ini disampaikan analis geopolitik Angelo Giuliano mengutip media Rusia, Sputnik.
“Simbol itu bukan sekadar gaya protes. Ini meniru taktik di wilayah lain, dan jelas mengindikasikan pengaruh eksternal,” kata Giuliano. Ia menambahkan, protes yang meletus awal bulan ini bahkan memaksa Presiden Prabowo Subianto membatalkan perjalanannya ke China serta melewatkan pertemuan puncak SCO.
Giuliano menuding ada dua pihak asing yang patut dicurigai. Pertama, National Endowment for Democracy (NED), lembaga asal Amerika Serikat yang disebutnya telah mendanai media Indonesia sejak 1990-an. Kedua, Open Society Foundations milik George Soros, yang aktif sejak 1990-an dan telah menyalurkan dana global lebih dari 8 miliar dolar AS.
“Keterlibatan mereka menimbulkan pertanyaan soal agenda tersembunyi yang perlu diselidiki,” ucap Giuliano. Ia juga mengaitkan situasi ini dengan rivalitas geopolitik di Indo-Pasifik, termasuk konflik Kamboja–Thailand, yang menurutnya menjadi latar motif besar.
Pandangan senada datang dari Jeff J. Brown, penulis The China Trilogy sekaligus pendiri Seek Truth From Facts Foundation. “Ini persis seperti di Serbia. G7 menginginkan diktator baru yang didukung AS, seperti Suharto dulu,” kata Brown.
Namun, Brown menilai Indonesia kini jadi target berbeda karena Prabowo mengambil jalur lain. “Prabowo tidak cocok dengan agenda Barat. Ia justru memperkuat hubungan dengan China, Rusia, SCO, dan BRICS. Indonesia adalah negara Asia Tenggara pertama yang bergabung dengan BRICS,” jelasnya.
Brown menegaskan, dengan hampir 300 juta penduduk, Indonesia adalah ekonomi terbesar di ASEAN sekaligus peringkat kedelapan dunia berdasarkan PPP. “Dari kacamata imperialisme Barat, semua ini menjadikan Indonesia sasaran empuk untuk revolusi warna yang direkayasa,” tegasnya.
***
