JAKARTA, IndoBisnis – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alex Marwata, secara terbuka mengakui sejumlah kelemahan dalam kepemimpinannya selama lima tahun terakhir.
Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat (22/11/2024), Alex mencermati berbagai tantangan yang dihadapi lembaga antirasuah, termasuk turunnya Indeks Persepsi Korupsi (IPK), melemahnya dukungan publik, dan dinamika internal yang memengaruhi efektivitas KPK.
Alex menyoroti bahwa penurunan kepercayaan masyarakat menjadi salah satu hambatan terbesar. Ia menyatakan persepsi negatif terhadap KPK sering kali disebabkan oleh ketidakpuasan publik terhadap kepemimpinan lembaga tersebut.
“Apapun yang dilakukan tidak ada yang benar. Sejak awal, ada ketidaksukaan terhadap salah satu pimpinan, lalu meluas hingga keseluruhan. Dampaknya, kinerja KPK tidak dihargai,” ungkap Alex.
Meski target kinerja pegawai KPK berhasil dicapai, kurangnya apresiasi publik dinilai mengurangi dampak pemberantasan korupsi yang dilakukan.
Pandemi COVID-19 juga disebut Alex sebagai faktor signifikan yang memengaruhi produktivitas lembaga. Hanya sekitar 50% pegawai KPK yang dapat bekerja secara optimal selama pandemi berlangsung.
Di samping itu, Alex menyoroti masalah internal seperti pelanggaran kode etik dan penyimpangan integritas pegawai. Ia menegaskan bahwa KPK berkomitmen menindak tegas siapa pun yang melanggar aturan, baik pegawai maupun pimpinan.
“Kami membuktikan kepada masyarakat bahwa sistem di KPK tetap berjalan. Siapa pun yang melanggar aturan, baik pimpinan maupun pegawai, pasti ditindak,” katanya.
Alex juga mengakui bahwa koordinasi antar-pimpinan selama masa jabatannya masih belum maksimal. Menurutnya, menjaga kolegialitas di antara pimpinan adalah tantangan berat, terutama ketika kepentingan pribadi lebih diutamakan.
“Saya akui, saya gagal. Mungkin kelemahan saya adalah tidak bisa berkompromi. Tetapi, saya berharap pimpinan baru bisa menjaga kolegialitas dan tetap profesional, tanpa membawa misi dari instansi asal mereka,” ucap Alex.
Alex menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa keberhasilan KPK tidak hanya bergantung pada pimpinan, melainkan pada sistem yang kuat dan dukungan seluruh pegawai.
Ia berharap pimpinan baru mampu memperbaiki kelemahan yang ada dan memulihkan kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata.
“Integritas bukan hanya soal pimpinan. Dari penjaga rutan hingga pimpinan tertinggi, semua tunduk pada aturan yang berlaku di KPK. Ini bukti bahwa sistem di KPK tetap berjalan,” pungkasnya.***
Artikel ini telah tayang di IndoBisnis.co.id.
