JAKARTA, IndoBisnis – PT Mineral Trobos akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai program umroh yang mereka selenggarakan, yang belakangan ini ramai diperbincangkan.
Zainuddin Sangaji, salah satu karyawan perusahaan, menegaskan bahwa program umroh ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan mantan Gubernur Maluku Utara atau keluarganya.
“Program umroh ini murni untuk memberangkatkan masyarakat sekitar lingkar tambang. Tidak ada campur tangan dari pihak Gubernur. Beliau juga tidak membawa keluarganya dalam program ini,” ujar Zainuddin setelah diperiksa oleh penyidik KPK, Rabu (7/8/2024).
Menurut Zainuddin, kebetulan saja travel yang digunakan adalah milik menantu Gubernur. “Hanya kebetulan saja travelnya punya menantu beliau. Untuk selebihnya, biar penyidik yang menjelaskan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Zainuddin mengungkapkan bahwa program umroh ini telah memberangkatkan sekitar 500 orang dalam tiga kali keberangkatan.
“Dua kali keberangkatan menggunakan travel milik anak beliau, dan satu kali dengan travel lain. Biaya per orangnya sekitar 30 juta,” jelasnya.
Saat pemeriksaan oleh penyidik, tidak ada pertanyaan lain yang terkait dengan aliran dana atau penyaluran uang. “Hanya seputar program umroh ini saja,” tegas Zainuddin.
Program umroh ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PT Mineral Trobos kepada masyarakat sekitar tambang. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
PT Mineral Trobos, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, kini berada di bawah sorotan tajam.
Namun, informasi yang diperoleh redaksi IndoBisnis.co.id menyebut bahwa Zainuddin diperiksa terkait seputar tambang, bukan program umroh.***
IndoBisnis.co.id akan terus memberikan update terkini mengenai kasus AGK ini dan berita penting lainnya di tanah air.
