Selasa, Maret 10, 2026
spot_img
BerandaBERANDAKesehatanMenkes: Kanker Bisa Disembuhkan

Menkes: Kanker Bisa Disembuhkan

  • Ringkasan
  • Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kanker bukan lagi vonis kematian jika terdeteksi sejak dini.
  • Dalam peringatan Hari Kanker Sedunia di RS Kanker Dharmais, Menkes mengimbau masyarakat agar tidak takut menjalani pemeriksaan kesehatan dan skrining kanker.
  • Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan layanan skrining gratis, memperluas fasilitas kesehatan, serta memperkuat kapasitas tenaga medis hingga ke tingkat puskesmas.
  • Dengan deteksi dini dan dukungan teknologi medis yang terus berkembang, kanker kini dapat diobati dan disembuhkan.

 

IndoBisnis – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan atau skrining kanker. Imbauan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Kanker Sedunia yang digelar di RS Kanker Dharmais.

Menkes menegaskan bahwa perkembangan teknologi medis telah mengubah paradigma penanganan kanker. Penyakit yang dulu dianggap mematikan kini dapat diobati, bahkan disembuhkan, apabila ditemukan sejak stadium awal.

“Kanker sekarang itu bisa disembuhkan. Cancer is curable. Jadi tidak usah takut bahwa, aduh, kalau kena kanker lebih baik saya tidak diperiksa saja,” ujar Budi dalam sambutannya.

Menurut Menkes, kunci utama keberhasilan pengobatan kanker terletak pada kecepatan mendeteksi sel kanker melalui pemeriksaan dini. Semakin awal kanker ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan pasien.

Sebagai langkah konkret, pemerintah telah menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis setiap tahun bagi seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 280 juta jiwa. Program ini merupakan bagian dari kebijakan kesehatan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Budi menjelaskan, salah satu fokus utama layanan tersebut adalah skrining kanker payudara yang diberikan secara gratis, khususnya bagi perempuan berusia di atas 30 tahun. Kebijakan ini diambil untuk menekan angka keterlambatan diagnosis kanker yang selama ini menjadi penyebab tingginya angka kematian.

Untuk memperluas jangkauan layanan, pemerintah juga telah mendistribusikan sebanyak 10.000 alat ultrasonografi (USG) ke berbagai puskesmas di seluruh Indonesia. Selain itu, dokter umum di fasilitas layanan primer juga telah dilatih agar mampu melakukan skrining awal kanker sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.

Di sisi penanganan, Menkes menyebutkan bahwa layanan kemoterapi kini telah tersedia di 514 rumah sakit di Indonesia. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memastikan pasien kanker yang membutuhkan perawatan lanjutan dapat memperoleh layanan secara lebih merata.

“Jangan lagi ada rasa takut atau khawatir yang membuat kita enggan melakukan skrining,” tegas Budi.

Ia menekankan bahwa kanker merupakan penyakit yang dapat diobati apabila ditemukan lebih cepat dan ditangani dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dinilai sangat menentukan keberhasilan pengendalian kanker di Indonesia.

Untuk mendukung akses informasi, Kementerian Kesehatan juga membuka layanan pengaduan dan konsultasi melalui Halo Kemenkes di nomor 1500-567 atau melalui surat elektronik di alamat kontak@kemkes.go.id.

***

Mardan Amin Jurnalis IndoBisnis berkontribusi pada cerita ini.

Artikel ini diterbitkan IndoBisnis dengan judul: Menkes: Kanker Bisa Disembuhkan

Disclaimer

Informasi yang disediakan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Kami tidak memberikan saran keuangan, hukum, atau pajak secara langsung.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial Anda. Konsultasikan dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments