Kamis, April 23, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalCerita One Piece Mirip Kondisi Indonesia: Teluk Weda, Komodo, hingga Tambang Nikel...

Cerita One Piece Mirip Kondisi Indonesia: Teluk Weda, Komodo, hingga Tambang Nikel Sultra

IndoBisnis – Sebuah video berdurasi 1 menit 59 detik yang diunggah akun TikTok @Indonesiabaruid menjadi sorotan publik.

Dalam video tersebut, disorot kemiripan antara alur cerita dalam anime populer One Piece dengan situasi nyata yang terjadi di Indonesia-mulai dari Pulau Komodo, Teluk Weda Maluku Utara, hingga tambang nikel di Sulawesi Tenggara.

“Video ini kami buat untuk mereka yang melarang bendera One Piece. Kami rekam langsung bukti kemiripan kisah One Piece dengan realitas Indonesia,” ungkap narasi dalam video tersebut.

“Setelah menonton ini, kamu tidak akan menyangka bahwa negara kita sudah separah cerita One Piece.”

Video itu mengangkat realitas pahit mengenai penguasaan sumber daya alam, peminggiran masyarakat lokal, serta pencemaran lingkungan hidup yang disebut “sudah sedekat cerita fiksi”.

Pulau-Pulau Komodo Diberikan kepada Perusahaan

Narasi dalam video menjelaskan bahwa di semesta One Piece, pemerintah dunia digambarkan sebagai entitas kuat yang menguasai pulau-pulau dengan menunjuk pemimpin boneka atau membungkus kekuasaan dalam sistem birokrasi.

Hal ini dinarasikan mirip dengan kondisi di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. “Ada empat pulau di kawasan konservasi itu yang kini diberikan ke perusahaan,” ungkap video tersebut.

Empat pulau yang dimaksud adalah Pulau Komodo, Tatawa, Rinca, dan Padar. Salah satu perusahaan yang mendapat konsesi disebut adalah PT Komodo Wildlife Ecotourism (KWE), di mana komisarisnya ialah Reza Herwindo, anak dari mantan Ketua DPR RI dan politisi Partai Golkar, Setya Novanto.

“Juli 2025, PT KWE berencana membangun 619 vila dan spa di Pulau Padar. Siapa yang paling diuntungkan? Sudah pasti bukan masyarakat lokal,” sebut video tersebut.

2.000 Warga Komodo Terancam Kehilangan Tanah Leluhur

Disebutkan pula bahwa sekitar 2.000 warga yang telah menetap selama ratusan tahun di Pulau Komodo, kini menghadapi ancaman penggusuran akibat ekspansi proyek-proyek pariwisata skala besar.

“Tema tergelap dalam One Piece adalah penghapusan kedaulatan. Bukankah ini sedang terjadi di Pulau Komodo?” ujar narator video.

Teluk Weda: Warga Terpapar Arsenik, Ikan Tercemar

Video itu lalu menyoroti kisah karakter Doflamingo di One Piece yang menggunakan pabrik untuk memproduksi bahan senjata dan mencemari penduduk demi kekayaan pribadi.

“Ini mirip kejadian di Teluk Weda, Maluku Utara. Warga terpapar arsenik yang meracuni ikan sebagai sumber makanan mereka. Kasus ISPA naik 24 kali lipat dalam rentang 2020–2023,” ungkap narasi video.

Situasi ini diperkuat dengan bukti lapangan yang menunjukkan pencemaran serius di wilayah pertambangan nikel, termasuk di Sulawesi Tenggara. Nelayan dikabarkan kehilangan mata pencaharian karena laut tercemar dan hasil tangkapan menurun drastis.

Ironi Keadilan Versi Penguasa

Video viral itu juga menyinggung soal manipulasi narasi keadilan oleh elite kekuasaan, serupa dengan alur pemerintahan dunia dalam One Piece yang menyembunyikan sejarah “Void Century” demi kekuasaan absolut.

“Pemerintah dunia di One Piece selalu mengatasnamakan keadilan dan kesejahteraan, tapi definisi mereka hanya untuk menguntungkan kelompok sendiri. Kedengarannya mirip dengan kenyataan kita, bukan?” sindir narator.

Apa yang ditampilkan dalam video tersebut bukan sekadar perbandingan fiktif. Ini adalah bentuk perlawanan naratif yang menyindir keras bagaimana eksploitasi sumber daya alam, oligarki ekonomi-politik, serta pengabaian hak hidup warga lokal telah menjadi realitas keseharian di banyak wilayah Indonesia.

Ironi terbesar bukanlah ketika fiksi menyerupai kenyataan, tapi ketika kenyataan justru lebih kelam daripada fiksi. Dan di Indonesia, suara-suara yang menolak penguasaan pulau, pencemaran lingkungan, serta ketidakadilan sistemik, masih terus dipinggirkan.

“Siapa yang akan bertanggung jawab jika tanah, laut, dan udara kita hanya menjadi catatan sejarah yang dirampas diam-diam?”

Sebuah pertanyaan yang seharusnya kita semua renungkan, sebelum semua terlambat.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments