- Unggahan video bertajuk “Kick Out Nickel Companies From Halmahera” di TikTok memantik perdebatan luas.
- Warganet terbelah antara membela perusahaan tambang dan menyoroti kerusakan lingkungan di Halmahera.
Unggahan akun TikTok @Sekolah Perempuan3 dengan tulisan “Kick Out Nickel Companies From Halmahera — HALMAHERA BUKAN TANAH KOSONG!!!!!” mendadak viral dan memicu perdebatan panas di kolom komentar.
Unggahan tersebut memperlihatkan kondisi lingkungan di sekitar wilayah tambang nikel iwip, yang kemudian menjadi ruang diskusi publik antara pihak yang pro dan kontra terhadap keberadaan perusahaan tambang di Halmahera.
Beberapa warganet menilai masyarakat tidak bisa menuntut perusahaan karena tanah yang kini digunakan untuk tambang sudah dijual sejak lama.
“Sebagian besar warga jual tanah mereka ke perusahaan, dan sekarang anak cucunya muncul ingin menendang perusahaan. Ini gimana konsepnya?” tulis akun @anu_ dalam komentarnya.
Ada pula yang membela kinerja perusahaan tambang dengan menilai mereka telah berkontribusi terhadap kebersihan dan pembangunan infrastruktur daerah.
“Setahu saya, kami karyawan IWIP tidak buang sampah sembarangan. Malahan, kami ikut bersihkan jalan provinsi dan membantu pengaspalan,” tulis akun @Arif.
Komentar lain datang dari warga yang menilai keberadaan perusahaan membawa dampak ekonomi positif.
“Sejak ada perusahaan, kehidupan ekonomi kami jadi lebih baik,” ujar akun @Ni7.
Namun, sebagian pengguna lain menilai kritik terhadap tambang tetap penting agar tidak terjadi eksploitasi berlebihan.
“Jangan terlalu dikritik, tapi juga jangan diam. Kita semua harus sama-sama menjaga lingkungan,” tulis akun @beldox_rumalaitkuany.
Sementara itu, sejumlah warganet lain menilai persoalan sampah dan kerusakan lingkungan diunggah tanpa konteks jelas.
“Sampah di sungai itu bukan dari IWIP. Saya orang lingkungan di perusahaan, dan sampah diolah pakai mesin insinerator,” tulis akun @biaz_poura_int.
***
