JAKARTA, IndoBisnis – Internet dari Starlink, layanan milik SpaceX yang dipimpin Elon Musk, sangat diandalkan Ukraina dalam perang melawan Rusia. Namun, ada kabar buruk yang muncul.
Rusia dilaporkan mampu mengganggu koneksi internet Starlink. Hal ini bisa berdampak signifikan pada perang yang sedang berlangsung antara kedua negara.
Bukti menunjukkan bahwa pasukan Ukraina kehilangan akses internet tepat sebelum pasukan Rusia melintasi perbatasan utara Ukraina awal bulan ini.
Hal ini menyulitkan Ukraina untuk berbagi informasi tentang serangan mendadak tersebut, menurut The New York Times.
“Hilangnya akses tampaknya menjadi pertama kalinya Rusia mampu menyebabkan gangguan luas pada Starlink,” demikian laporan yang dikutip IndoBisnis.co.id dari PC Mag pada Rabu 29 Mei 2024.
Rupanya, Rusia telah mengerahkan senjata elektronik yang lebih kuat untuk melumpuhkan layanan internet Starlink di Ukraina.
Hal ini bisa menjadi penting karena pasukan Ukraina menggunakan Starlink untuk berkomunikasi satu sama lain, mengumpulkan intelijen, dan mengoperasikan kendaraan udara tak berawak atau drone.
The New York Times menyimpulkan bahwa jika Rusia terus menyebabkan gangguan luas terhadap Starlink, Rusia dapat melakukan perubahan taktis dalam konflik dengan Ukraina.
Secara historis, Starlink mampu menahan serangan elektronik. Namun, Rusia kini dilaporkan menggunakan frekuensi radio bertenaga tinggi yang ditransmisikan dari kendaraan dengan menara radio besar di atasnya.
Beberapa pihak berspekulasi bahwa Rusia juga melancarkan serangan menggunakan senjata yang dipasang pada drone.
Seorang pejabat perang elektronik terkemuka di Rusia mengatakan kepada media pemerintah bulan lalu bahwa Starlink telah ditambahkan ke daftar target Rusia.
Para ahli telah memperingatkan bahwa Ukraina menempatkan dirinya dalam risiko karena terlalu bergantung pada layanan ini.
Selain itu, Elon Musk, CEO SpaceX, tidak dapat diprediksi dalam tindakannya. Ia bahkan baru-baru ini menyatakan bahwa Ukraina sudah tidak punya harapan untuk menang melawan Rusia.
Ukraina dilaporkan sedang menguji sistem baru, namun saat ini, belum ada sistem serupa yang diproduksi dalam skala massal seperti Starlink.
Untuk saat ini, Ukraina tentunya berharap internet Starlink tetap dapat diandalkan di tengah tekanan Rusia.***
