IndoBisnis – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sambutan di acara groundbreaking proyek ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi yang dikembangkan oleh konsorsium PT Antam Tbk, Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Contemporary Amperex Technology Limited (CBL) di Halmahera Timur.
Acara ini juga disiarkan secara live streaming bersama Presiden Republik Indonesia, Jenderal Purnawirawan Prabowo Subianto, dari Karawang, Jawa Barat.
Proyek Strategis Nasional dengan Investasi Rp100 Triliun
Bahlil menyampaikan bahwa proyek ini merupakan hasil negosiasi panjang selama empat tahun antara pemerintah Indonesia dengan mitra asing, termasuk CATL, produsen baterai terbesar dunia.
“Proyek ini sudah kami kerjakan selama 4 tahun. Ada pasang surut, CATL maunya A, kami maunya B. Tapi berkat arahan Bapak Presiden Prabowo dalam rapat terbatas April lalu, akhirnya keputusan final bisa diambil,” ujar Bahlil dalam sambutannya.
Proyek senilai US$ 9,5 miliar (Rp100 triliun) ini ditargetkan menghasilkan kapasitas baterai 15 gigawatt per tahun, setara dengan kebutuhan 250.000–300.000 mobil listrik. Selain untuk kendaraan, baterai ini juga akan digunakan untuk penyimpanan energi berbasis tenaga surya (solar panel).
Kolaborasi BUMN dan Investor Asing dengan Skema 51% Kepemilikan Lokal
Bahlil menekankan bahwa proyek ini menerapkan prinsip keadilan ekonomi, di mana 51% saham dikuasai oleh BUMN, termasuk Antam (hulu tambang), Inalum (smelter), dan IBC (pengolahan katoda hingga battery pack). Sementara, sisanya dipegang oleh mitra strategis seperti CBL dari Tiongkok.
“Kami pastikan mineralisasi ini adil untuk pengusaha daerah, masyarakat, dan pemerintah daerah. Tidak semuanya dibawa ke Jakarta,” tegasnya.
Proyek ini diprediksi menciptakan 8.000 lapangan kerja langsung dan 35.000 pekerjaan tidak langsung, dengan dampak ekonomi mencapai US$40 miliar per tahun.
Dukungan Penuh Presiden Prabowo
Meski biasanya enggan menghadiri acara groundbreaking, Presiden Prabowo menyempatkan diri memberikan dukungan secara virtual.
“Biasanya Bapak Presiden tidak mau hadir kalau hanya groundbreaking, tapi kali ini kami mohon agar beliau memberikan semangat kepada tim,” ucap Bahlil.
Komitmen Pemerintah dalam Transisi Energi
Proyek ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi mineral Indonesia, khususnya nikel, mangan, dan kobalt, yang merupakan bahan baku utama baterai listrik. Bahlil mengakui bahwa Indonesia masih perlu berkolaborasi dengan negara lain dalam hal teknologi.
“Kita punya sumber daya, tapi teknologi masih perlu kerja sama. Karena itu, kami menggandeng CBL yang sudah berpengalaman,” jelasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Gubernur Maluku Utara, Bupati Halmahera Timur, serta perwakilan investor asing.
***
