Rabu, Juni 10, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISEkonomi Sulut Melesat: Jadi ‘Ibu Kota Logistik’ bagi Maluku Utara

Ekonomi Sulut Melesat: Jadi ‘Ibu Kota Logistik’ bagi Maluku Utara

  • Arus Barang Meledak, PDRB Naik Tajam, dan Jasa Sulut Panen Permintaan dari Industri Tambang Malut.

 

 

Persaingan ekonomi regional antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara kembali menjadi sorotan setelah data pertumbuhan menunjukkan lonjakan signifikan pada aktivitas perdagangan, jasa, dan logistik.

Pakar Ekonomi Universitas Khairun Ternate, Dr. Mukhtar Adam, menyebut Sulawesi Utara sebagai “provinsi yang paling menikmati pertumbuhan ekonomi Maluku Utara”.

Menurutnya, hubungan ekonomi kedua wilayah kini memasuki fase ketergantungan struktural, terutama setelah industri tambang di Maluku Utara menyerap lebih dari 100 ribu tenaga kerja, yang otomatis meningkatkan konsumsi dan permintaan pangan dari luar daerah.

“Sulut kini menjadi pintu logistik utama bagi Malut. Pelabuhan Bitung menanggung hampir seluruh aliran barang kebutuhan industri dan konsumsi masyarakat,” ungkap Mukhtar Adam dalam analisisnya.

Dalam rentang empat tahun, PDRB Sulawesi Utara melonjak drastis. Data menunjukkan PDRB tahun 2020 sebesar 132,23, meningkat 42,6 persen menjadi 187,37 pada tahun 2024. Kenaikan ini dinilai stabil dan kuat, serta berkaitan erat dengan ekspansi ekonomi Maluku Utara.

Pakar ekonomi tersebut menegaskan bahwa sebagian pertumbuhan Sulut didorong oleh melonjaknya permintaan di Malut, khususnya untuk pangan, jasa, dan pasokan industri.

Pertumbuhan pesat industri pertambangan di Halmahera dan wilayah lingkar industri membuat Maluku Utara menjadi ceruk pasar baru bagi produk Sulut. Konsumsi hortikultura, sembako, hingga bahan olahan meningkat tajam.

“Saat lebih dari seratus ribu pekerja masuk ke kawasan industri tambang, konsumsi otomatis melonjak. Sulut kemudian menjadi pemasok utama, terutama untuk kebutuhan harian dan bahan makanan,” ujar Mukhtar.

            Rute-rute utama seperti:

  • Manado–Ternate
  • Bitung–Ternate
  • Manado–Halmahera
  • Bitung–Halmahera

Mengalami lonjakan perdagangan yang signifikan sejak 2021–2024. Kapal barang bertambah, kontainer meningkat, dan jalur pergudangan semakin padat.

Tidak hanya logistik dan pangan, layanan jasa Sulawesi Utara ikut meroket, meliputi:

  • Jasa pariwisata
  • Layanan kesehatan
  • Pergudangan
  • Logistik modern

Masuknya pekerja dan meningkatnya volume barang dari Malut membuat Sulut menjadi pusat layanan pendukung ekonomi tambang yang terus bertumbuh.

Pakar Ekonomi tersebut menegaskan bahwa Sulawesi Utara kini berada pada posisi strategis: pintu logistik, pusat jasa, dan pemasok kebutuhan terbesar bagi Maluku Utara.

“Dalam peta ekonomi kawasan, Sulut menjadi pemenang terbesar dari ledakan industri di Malut,” tegasnya.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments