Jumat, Juli 10, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISPemerintah Ubah Transmigrasi Jadi Pusat Investasi dan Hilirisasi

Pemerintah Ubah Transmigrasi Jadi Pusat Investasi dan Hilirisasi

Pemerintah Transformasi Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

  • Ringkasan Berita:
  • Pemerintah mentransformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis investasi, industrialisasi, dan hilirisasi. 
  • Kebijakan ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, menarik investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi di setiap daerah.

JAKARTA, IndoBisnis – Pemerintah mulai mentransformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tidak lagi hanya berorientasi pada permukiman dan pertanian, tetapi juga menjadi kawasan investasi, industrialisasi, dan hilirisasi.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Foto: Humas Kementerian Transmigrasi/ Rajif Nugraha

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan setiap kawasan transmigrasi memiliki potensi ekonomi yang berbeda sehingga pengembangannya harus disesuaikan dengan keunggulan masing-masing wilayah.

Menurutnya, kawasan Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki potensi minyak dan gas bumi, kawasan transmigrasi di Kalimantan Selatan serta Aceh Besar dan Aceh Barat memiliki cadangan batu bara, sedangkan Mamuju di Sulawesi Barat menyimpan potensi logam tanah jarang (rare earth elements) yang dibutuhkan industri teknologi modern.

“Era ketika transmigrasi hanya dipandang sebagai kawasan pertanian telah berakhir. Pertanian tetap menjadi fondasi penting, tetapi kawasan transmigrasi juga harus menjadi rumah bagi investasi, industri, hilirisasi, dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia,” ujar Iftitah.

Iftitah menjelaskan transformasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di seluruh Indonesia.

Pemerintah, kata dia, kini mendorong pengembangan sektor perkebunan, industri pengolahan, pariwisata, minyak dan gas, batu bara, hingga logam tanah jarang sesuai karakteristik masing-masing daerah.

Kementerian Transmigrasi mengubah paradigma pembangunan kawasan transmigrasi dengan menitikberatkan pada pembentukan ekosistem investasi yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi.

Model pembangunan tersebut diharapkan memperluas kesempatan kerja, mempercepat hilirisasi industri, meningkatkan investasi, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Salah satu implementasi transformasi kawasan transmigrasi saat ini dikembangkan di kawasan Barelang, Kepulauan Riau.

Kementerian Transmigrasi bersama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam membangun kolaborasi untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif sehingga kawasan tersebut berkembang menjadi pusat industri baru.

“Investor tidak membutuhkan banyak janji. Yang mereka butuhkan adalah ekosistem yang memberikan kepastian. Ketika ekosistem itu terbangun, investasi akan datang, industri berkembang, lapangan kerja tercipta, dan masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya,” kata Iftitah.

Iftitah menegaskan keberhasilan program transmigrasi tidak lagi diukur dari banyaknya perpindahan penduduk, melainkan dari kemampuan kawasan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Menurutnya, pemerintah ingin membangun ekosistem yang mempertemukan investasi, dunia usaha, dan masyarakat lokal agar tumbuh bersama secara berkelanjutan.

“Keberhasilan transmigrasi harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar bertambahnya jumlah penduduk yang berpindah,” tegasnya.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments