Kerusuhan jadi ujian awal kepemimpinan Prabowo
Tiga orang tewas dan lima lainnya luka-luka setelah massa pengunjuk rasa membakar gedung DPRD di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/8) malam.
Peristiwa ini diberitakan kantor berita global yang berkantor pusat di London, Inggris, Reustres, dengan judul “Tiga orang tewas dalam aksi protes pembakaran gedung DPRD Indonesia”.
Media tersebut menyoroti insiden ini sebagai ujian besar pertama bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pernyataan resminya tidak menyebutkan penyebab pasti kematian korban.
Namun, menurut laporan kantor berita Antara, korban tewas diduga terjebak di dalam gedung yang dilalap api. Dua korban luka mengalami cedera serius akibat terpaksa melompat dari lantai atas demi menyelamatkan diri.
Gelombang demonstrasi bermula di Jakarta pada awal pekan ini. Aksi tersebut dipicu isu gaji anggota parlemen. Ketegangan semakin meningkat setelah kendaraan lapis baja polisi menabrak dan menewaskan seorang pengendara sepeda motor pengangkut barang.
Presiden Prabowo Subianto yang baru menjabat Oktober tahun lalu langsung turun tangan. Ia mendatangi rumah keluarga korban di Jakarta pada Jumat malam, menyampaikan belasungkawa, dan menegaskan akan mengawasi penuh jalannya penyelidikan atas kematian tersebut.
Demontrasi juga menyebar ke sejumlah daerah. Media lokal melaporkan adanya penjarahan terbatas di Jakarta, kerusakan fasilitas transportasi umum, serta demonstrasi yang meluas ke Bandung dan Yogyakarta.
Dampak demontrasi juga mengganggu layanan transportasi publik. Operator kereta cepat Jakarta menutup sementara satu stasiun dekat lokasi protes, sedangkan layanan bus Transjakarta menghentikan sejumlah trayek demi alasan keamanan.
Hingga Sabtu siang, situasi berangsur kondusif. Tidak terlihat tanda-tanda protes lanjutan, meskipun aparat keamanan tetap siaga di berbagai titik rawan.
***
