Rabu, Mei 27, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalNasDem dan PAN Nonaktifkan Anggota DPR

NasDem dan PAN Nonaktifkan Anggota DPR

Surya Paloh dan Viva Yoga tegaskan sikap partai

 

Dua partai besar di Senayan, Partai NasDem dan Partai Amanat Nasional (PAN), resmi menonaktifkan sejumlah kadernya dari keanggotaan DPR RI. Langkah ini diambil setelah muncul gelombang penolakan publik terkait sikap dan pernyataan para wakil rakyat yang dinilai melukai hati masyarakat.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, membacakan keputusan DPP yang ditandatangani Ketua Umum Surya Paloh. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa per Senin, 1 September 2025, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach resmi dinonaktifkan dari Fraksi NasDem DPR RI.

“DPP Partai NasDem menyatakan dihitung sejak hari Senin, 1 September 2025 DPP Partai NasDem menonaktifkan saudara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem,” kata Hermawi saat jumpa pers di Jakarta, Minggu (31/8).

Hermawi menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus tetap menjadi landasan perjuangan partai. Menurutnya, pernyataan wakil rakyat yang melukai hati rakyat merupakan bentuk penyimpangan.

“Dalam perjalanannya mengemban aspirasi masyarakat, ternyata ada pernyataan dari pada wakil rakyat yang telah mencederai perasaan rakyat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam rangkaian aksi protes beberapa waktu terakhir. “Partai NasDem menyatakan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya sejumlah warga negara Indonesia dalam upaya memperjuangkan aspirasinya,” ucapnya.

Di saat bersamaan, Partai Amanat Nasional (PAN) juga mengambil langkah serupa. Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, mengumumkan penonaktifan dua anggota DPR, yakni Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya.

“Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan saudara Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan saudara Surya Utama (Uya Kuya) sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI, dihitung sejak hari Senin, 1 September 2025,” ujar Viva Yoga dalam keterangan video, Minggu (31/8).

Sebelum keputusan itu diambil, Eko Patrio telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Dalam video yang diunggah di Instagram pada Sabtu (30/8), ia tampak didampingi sesama anggota DPR, Sigit Purnomo alias Pasha Ungu.

“Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul dari perbuatan yang saya lakukan,” katanya.

Senada dengan Eko, Uya Kuya juga menyampaikan penyesalan mendalam. Permintaan maafnya disampaikan lewat video di media sosial setelah dirinya mendapat kecaman publik akibat berjoget di Gedung DPR usai pengumuman kenaikan gaji dewan.

“Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, tulus dari hati saya yang paling dalam untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Dengan demikian, dua partai politik besar itu kini menghadapi ujian serius dalam menjaga citra dan komitmen mereka di mata rakyat, di tengah sorotan publik yang semakin tajam terhadap perilaku para wakil rakyat.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments