Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Minta CPNS dan PNS Baru Berkomitmen Layani Masyarakat.
- Ringkasan Berita:
- Sebanyak 21 ASN baru menerima SK pengangkatan dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang terdiri atas tiga CPNS lulusan STTD Tahun 2025 dan 18 PNS Formasi 2024.
- Wakil Wali Kota Ahmad Laiman menekankan pentingnya disiplin, profesionalisme, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Sementara BKPSDM mengingatkan seluruh ASN agar mematuhi aturan dan memenuhi target kinerja secara bertanggung jawab.
TIDORE, IndoBisnis – Sebanyak 21 aparatur sipil negara resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Mereka terdiri atas tiga Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Tahun 2025 dan 18 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024.
SK pengangkatan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman dalam acara yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Tidore Kepulauan, Senin (22/6/2026).
Penyerahan SK menjadi momentum penting bagi para ASN baru untuk memulai pengabdian kepada masyarakat dan menjalankan tugas sebagai pelayan publik di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi aparatur sipil negara saat ini semakin kompleks seiring perkembangan situasi global.
Menurutnya, ASN merupakan alat negara yang diberikan amanah dan tanggung jawab besar untuk menjalankan tugas pemerintahan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Dengan berbagai macam latar belakang dan motivasi untuk masuk ke dalam pemerintahan ini, marilah kita sama-sama menyatukan persepsi, pandangan, dan komitmen untuk mengabdi serta melaksanakan tanggung jawab kita dengan baik,” kata Ahmad Laiman.
Ia mengingatkan bahwa status ASN bukan sekadar profesi, tetapi juga bentuk pengabdian kepada bangsa, negara, dan masyarakat.
Ahmad Laiman menegaskan bahwa birokrasi pemerintahan bukanlah tempat untuk berleha-leha. Setiap ASN wajib memahami aturan, etika kerja, dan tanggung jawab yang melekat pada jabatan yang diemban.
Menurutnya, kedisiplinan menjadi salah satu kunci utama dalam membangun pelayanan publik yang berkualitas dan profesional.
“ASN dituntut untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya Kota Tidore Kepulauan sebagai tempat mengabdi secara maksimal, dengan terus menjunjung tinggi rasa kedisiplinan serta mematuhi aturan yang dibuat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh ASN baru untuk menanamkan semangat kebersamaan dan loyalitas dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Laiman kembali mengingatkan pentingnya membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, setiap aparatur sipil negara harus menunaikan tugas dan dharma baktinya kepada bangsa dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan rasa empati.
Ia berharap para ASN baru mampu menjadi aparatur yang responsif, humanis, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Tidore Kepulauan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tidore Kepulauan Rusdi Thamrin menegaskan bahwa setiap ASN wajib mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Menurut Rusdi, aparatur sipil negara harus melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh kejujuran, pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab.
“Sebagai ASN kita harus memenuhi tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya, penuh rasa tanggung jawab, serta mampu memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan,” ujar Rusdi.
Ia juga mengingatkan pentingnya loyalitas kepada pimpinan dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Penyerahan SK kepada 21 ASN baru ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas birokrasi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.
Pemerintah daerah berharap kehadiran ASN baru dapat memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta mendukung berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para Asisten Sekretaris Daerah, Staf Ahli Wali Kota, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
***
