Jumat, Juni 26, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISLaba Bersih ANTM 2024 Menjadi Rp 2,55 Triliun, Naik Dari Perkiraan Sebelumnya...

Laba Bersih ANTM 2024 Menjadi Rp 2,55 Triliun, Naik Dari Perkiraan Sebelumnya Hanya Rp 2,2 Triliun

JAKARTA, IndoBisnis – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam melaporkan laba bersih sebesar Rp 238 miliar pada kuartal I 2024, turun 85,1% year-on-year namun meningkat 4,1% quarter-on-quarter.

Pendapatan juga mengalami penurunan sebesar 25,6% year-on-year atau 15,1% quarter-on-quarter menjadi Rp 8,6 triliun.

Penurunan tersebut disebabkan oleh koreksi harga nikel dan penurunan produksi bijih nikel sebesar 57,1% year-on-year akibat tertundanya persetujuan rencana kerja dan anggaran Antam. Dari delapan rencana kerja dan anggaran, lima diantaranya telah disetujui.

“Namun dengan membaiknya produksi bijih nikel Antam sejak Maret 2024, kami mengantisipasi adanya pemulihan pada kuartal mendatang,” tulis Analis KB Valbury Sekuritas Benyamin Mikael dalam risetnya.

Meskipun tingkat produksi melemah pada kuartal pertama tahun 2024, mereka memperkirakan volume penjualan bijih nikel Antam akan meningkat sebesar 2,5% year-on-year menjadi 12 juta wmt pada tahun 2024.

Lonjakan harga nikel baru-baru ini, yang didorong oleh sejumlah faktor seperti larangan nikel di LME oleh Rusia, penundaan persetujuan rencana kerja dan anggaran di Indonesia, serta kerusuhan di Kaledonia Baru, diperkirakan akan menjadi katalisator pemulihan laba ANTM pada kuartal kedua tahun ini. 2024.

“Meski demikian, harga nikel yang tinggi ini diperkirakan tidak akan bertahan dalam jangka panjang,” kata Benyamin dikutip IndoBisnis.co.id dari Investor.id, Kamis 23 Mei 2024.

KB Valbury Sekuritas merevisi perkiraan laba bersih ANTM tahun ini menjadi Rp 2,55 triliun, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar Rp 2,2 triliun.

Revisi ke atas ini terutama didorong oleh harga jual rata-rata yang sedikit lebih tinggi pada tahun 2024, biaya tunai yang lebih rendah, dan kenaikan nilai tukar.

Namun jika dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, perkiraan laba bersih ANTM sebesar Rp 2,55 triliun pada tahun ini mengalami penurunan sebesar 17% dibandingkan tahun lalu.

Target harga baru saham ANTM, berdasarkan diskon arus kas (WACC: 11.5%; LTG: -3%), mencerminkan estimasi EV/EBITDA sebesar 10.3 kali pada tahun 2024.

“ANTM memiliki prospek produksi yang kuat di tahun-tahun mendatang pada bisnis bijih nikel, alumina, serta potensi pengurangan biaya pada bisnis feronikel (FeNi) dan keterlibatan perusahaan dalam ekosistem kendaraan listrik (EV),” tutup Benyamin.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments