JAKARTA, IndoBisnis – Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, baru saja selesai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi. Dalam keterangannya kepada awak media, Hasto menyebut bahwa pemeriksaannya berjalan lancar dan ia telah menjawab semua pertanyaan dengan baik.
“Saya telah memberikan keterangan yang sebaik-baiknya, ada sekitar 21 pertanyaan, termasuk biodata yang memakan waktu 35 menit untuk diisi,” ujar Hasto di Gedung Merah Putih KPK
Hasto juga memuji suasana pemeriksaan yang menurutnya sangat nyaman. “Penyidiknya, Pak Alfred, sangat baik. Saya tidak kedinginan karena ruangannya hangat. Saya juga mendapatkan kopi dan makan siang gado-gado Cemara. Semua berjalan lancar, meski tadi sempat ada kendala sedikit karena jaringan.”
Terkait pertanyaan apakah ia mengenal Arnold, salah satu tersangka dalam kasus ini, Hasto menjelaskan, “Saya tidak memiliki handphone beliau dan tidak pernah melakukan komunikasi intens. Kalau ditanya pernah bertemu atau tidak? Saya kurang ingat, karena sebagai Sekjen, saya bertemu dengan begitu banyak orang.”
Hasto juga menegaskan bahwa nomor teleponnya bisa saja ditemukan di tempat tersangka tanpa ada indikasi keterlibatan dalam tindak korupsi. “Pesan moralnya, hati-hati mengirim nomor telepon.”
Dalam pemeriksaan ini, Hasto juga dikonfirmasi mengenai dugaan aliran dana. Namun, ia menepis isu tersebut. “Kami tidak pernah berbicara soal dana. Partai memang punya fungsi aspirasi, menyerap aspirasi dari masyarakat, dan itu biasa dilakukan.”
Saat ditanya lebih lanjut mengenai komunikasi terkait tersangka lainnya, seperti Dion Renanto dan Adhi Dharmo, Hasto menjelaskan, “Tidak ada aliran dana. Lebih kepada komunikasi. Dalam komunikasi itu, Pak Harno mau diatur pertemuan dengan saya, lalu nomor handphone saya dikirim. Itu saja.”
Hasto juga mengklarifikasi pertanyaan mengenai pertemuan dengan beberapa menteri. Ia menyebut bahwa pertemuan tersebut lebih bersifat koordinasi dalam rangka kampanye dan kerja tim pemenangan.
“Pak Adhi Dharmo sebagai Kepala Sekretariat Tim Pemenangan sering kami tugaskan untuk bertemu dengan menteri yang bergotong royong dalam Pilpres,” jelas Hasto.
Ia juga menegaskan, “Pertemuan dengan Pak Budi Karya Sumadi atau Pak Erick Thohir tidak ada kaitannya dengan kasus ini. Pertemuan tersebut lebih kepada program-program seperti Desa Wisata yang terkait dengan perhubungan dan pembangunan negara.”
Ketika pertanyaan terakhir menyentuh kembali dugaan aliran dana, Hasto dengan tegas menepisnya.
“Tidak ada aliran dana. Tidak ada pertanyaan terkait aliran dana. Bahkan saya sempat bertanya apakah ini seharusnya rahasia, dan dijawab tidak ada aliran dana.”
Hasto menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa klarifikasi yang telah diberikan cukup untuk menjelaskan posisinya dalam kasus ini.***
