JAKARTA, IndoBisnis – Mahkamah Konstitusi (MK) baru saja mengeluarkan putusan yang mengubah aturan dalam Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada).
Keputusan ini dinilai membawa angin segar bagi sejumlah partai, termasuk PDIP, yang menilai bahwa suara rakyat kini semakin dihargai.
Menanggapi putusan tersebut, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa partainya justru tersenyum karena hal ini mencegah upaya pencalonan tunggal yang seringkali terjadi di daerah-daerah tertentu.
“Keputusan MK ini mencerminkan adanya langkah nyata untuk menghindari calon tunggal, terutama di daerah khusus seperti ibu kota. Ini memastikan bahwa demokrasi tetap terjaga dan memberikan kesempatan kepada rakyat untuk memilih pemimpin yang benar-benar mereka inginkan,” ujar Hasto dalam wawancara eksklusif.
PDIP mengapresiasi putusan ini dan mengungkapkan bahwa mereka kini semakin menyatu dengan rakyat, terutama dalam menentukan calon pemimpin di DKI Jakarta.
Hasto menyebutkan bahwa putusan ini membuka peluang bagi PDIP untuk mengajukan calon mereka sendiri tanpa harus bergantung pada koalisi partai lainnya.
“Kami ucapkan terima kasih karena suara rakyat kembali didengar. PDIP akan terus bersatu dengan rakyat dan siap mengajukan calon sendiri di Jakarta. Nanti kita lihat siapa yang diinginkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Terkait spekulasi mengenai kemungkinan PDIP mengusung Anies Baswedan atau Hendar dalam Pilgub DKI, Hasto hanya tersenyum dan menjawab diplomatis.
“Kita lihat nanti aspirasi rakyat. Ini adalah keputusan yang memberi angin segar bagi demokrasi. Kami akan berdialog dengan rakyat untuk melihat harapan mereka.”
Ketika ditanya tentang peluang Anies Baswedan menjadi calon yang diusung PDIP, Hasto menjawab, “Setiap pemimpin yang mendapatkan apresiasi dari rakyat tentu punya peluang. Kami akan melihat secara cermat, karena keputusan ini adalah momentum penting.”
Hasto juga mengapresiasi dukungan dari Partai Gelora dan Partai Buruh yang turut mendukung keputusan MK. Menurutnya, keadilan selalu menemukan jalannya, dan dukungan dari berbagai pihak adalah bukti bahwa demokrasi masih hidup.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Partai Gelora dan Partai Buruh. Ini adalah langkah keadilan yang kami apresiasi.”
Di tengah berbagai spekulasi mengenai siapa yang akan diusung PDIP dalam Pilkada mendatang, Hasto menegaskan bahwa partainya akan fokus melawan berbagai bentuk kejahatan yang merugikan rakyat, seperti judi online, tambang ilegal, dan korupsi.
“Kami dukung KPK untuk memberantas gembong judi online, tambang ilegal, dan berbagai kejahatan lainnya. Ini adalah prioritas kami untuk memastikan Pilkada berjalan bersih dan sesuai dengan harapan rakyat,” tegasnya.
Terkait kapan PDIP akan mengumumkan calon yang diusung, Hasto meminta masyarakat bersabar. “Nanti akan kami umumkan. Tunggu tanggal mainnya,” tutupnya.
Keputusan MK ini memang menjadi sorotan, terutama di Jakarta yang kerap menjadi medan persaingan ketat dalam setiap Pilkada.
PDIP sendiri tampaknya tengah menyusun strategi untuk memastikan calon mereka mendapat dukungan kuat dari rakyat, sekaligus menjadikan demokrasi di Indonesia semakin berwarna.***
