Madinah, IndoBisnis – Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas memastikan kesiapan fasilitas haji di Arab Saudi, khusus bagi jemaah lanjut usia. Pada Kamis (9 Mei), Menag meninjau kesiapan layanan hotel dan katering di Madinah.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menag mengunjungi Emaar Elite di kawasan Syamaliyah (sekitar 50 meter sebelah utara Masjid Nabawi) dan Meez Mary Kitchen For Serve Meals di kawasan Hatim Madinah. Emaar Elite Hotel berkapasitas 1.400 jamaah, sedangkan Meez Mary melayani 11.000 jamaah Indonesia per hari.
“Saya meninjau kesiapan pelayanan di Emaar Elite Hotel hari ini. Saya melihat hotel untuk jamaah haji Indonesia ini representatif, bagus, dan bersih. Sesuai kontrak,” kata Menag.
Dijelaskannya, makanan yang disajikan meliputi aneka masakan Indonesia, seperti Nasi Kuning, Ayam Goreng Mentega, Telur Dadar, Nasi Kelapa, Dadar, Kari Ayam, Daging Sapi Rebus Pedas, Tuna Cabai Hijau, Kari Ayam, Lele Pedas, Rendang Daging Sapi, Daging Sapi Rebus. , Lele Goreng, Gepuk Daging Sapi, serta tahu dan tempe. Hidangan ini disertai dengan tumis sayur, buah-buahan, dan air mineral.
“Dapur katering ini juga akan menyediakan 20% porsi makan untuk lansia. Menu makanannya akan sama, namun nasi dan lauknya akan dimasak lebih halus dan lembut. Salah satu pilihannya adalah dalam bentuk Bubur Nasi. , ” jelasnya.
Turut mendampingi Menag adalah Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Staf Khusus Menag Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo, Staf Khusus Menag Bidang Hukum Abdul Qodir, Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah. Jasam, Kepala Kantor Urusan Madinah, Ali Mahzumi, dan Kepala Divisi Katering, Sutikno.
“Kamar mandinya ada di dalam kamar, ada juga yang ada bathtubnya. Saya minta jemaah lansia ditempatkan di kamar yang ada shower di kamar mandinya. Kalau ada bathtub, harus ada pendampingnya. Ini demi kenyamanan para jamaah.” jamaah haji, khususnya lansia,” imbuhnya.
Dari seluruh kamar yang ada di Emaar Elite Hotel, terdapat sekitar 100 kamar dengan kamar mandi yang dilengkapi dengan bathtub. Jamaah haji Indonesia akan mulai tiba di Madinah pada 12 Mei. Mereka akan tinggal di kota Madinah selama sembilan hari sebelum berangkat ke Makkah. Misi Haji Arab Saudi telah mengontrak 106 hotel sebagai akomodasi bagi jamaah haji di Madinah.
Menu Spesial untuk Lansia
Di dapur katering, Menag juga menanyakan hal serupa, terkait pelayanan terhadap lansia, selain pengecekan kondisi dan persiapan pemberian santapan kepada jamaah. “Hari ini saya juga meninjau kesiapan dapur Meez Mary, salah satu pihak yang akan menyediakan layanan makanan bagi jamaah haji Indonesia. Saya lihat dapurnya bersih dan luas.
“Tahun lalu kinerja dapur ini bagus. Saya juga melihat sudah ada alokasi tersendiri untuk menu jamaah haji lansia. Saya berharap dapur ini bisa memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji,” kata Menag.
Sesampainya di dapur, Menag disambut oleh pemilik perusahaan katering Meez Mary. Turut hadir pula Wan Abdurahman, executive chef yang berasal dari Cipanas, Bogor. Menag sempat berbincang bincang dengan beberapa chef dan asisten chef di dapur yang sebagian besar juga berasal dari Indonesia.
Menag memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menanyakan banyak hal, mulai dari ketersediaan sayur dan bumbu khas Indonesia hingga tempe dan tahu. Menurut Menag, orang Indonesia menyukai tempe dan tahu.
Wan Abdurrahman mengamini hal itu. Tak hanya saat operasional haji saja, tempe dan tahu juga digemari di kalangan jemaah umrah. Dalam sehari, dapurnya bisa menggunakan hingga ratusan papan tempe dan tahu yang juga merupakan produksi anak Indonesia.
Pihak Menag juga menanyakan kesiapan penyimpanan dan ketersediaan bahan makanan. Wan Abdurrahman menjelaskan, di dapur tersebut terdapat enam tempat penyimpanan berukuran besar dan menunjukkannya satu per satu. Terlihat bahan makanan seperti daging sapi, ayam, ikan, dan telur sudah tersedia di ruangan ber-AC.
“Bumbu Indonesia apa saja yang digunakan?” tanya Menag. Kemudian, Wan Abdurrahman menjelaskan bahwa ada cukup banyak jenis bumbu yang digunakan, antara lain sereh, lengkuas, kencur, daun pandan, daun jeruk, salam, santan, ssem, dan kacang tanah.
“Kami terus berupaya untuk menyajikan yang terbaik bagi para jemaah. Saya berharap pelayanan hotel dan konsumsi di Madinah tahun ini dapat menjadi lebih baik dan lebih ramah terhadap lansia,” tutup Menag.
