JAKARTA, IndoBisnis – Nama Harun Masiku kembali menjadi sorotan setelah lebih dari lima tahun menjadi buronan KPK.
Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, mengungkapkan bahwa pimpinan KPK yang baru tidak perlu takut apapun dan siapapun dalam usaha menangkap Harun Masiku.
Namun, Yudi menekankan bahwa untuk berhasil menangkap buronan korupsi ini, KPK harus mengubah strategi yang selama ini digunakan.
Menurut Yudi, cara konvensional yang masih sering diterapkan oleh KPK, seperti memanggil saksi-saksi untuk memberikan keterangan, seharusnya ditinggalkan.
Pasalnya, pendekatan tersebut berpotensi menimbulkan polemik yang justru merugikan KPK itu sendiri. Salah satunya adalah pemanggilan dua tokoh PDIP, Hasto Kristiyanto dan Yasonna Laoly, yang statusnya sebagai saksi terkait kasus Harun Masiku.
“Cara-cara lama yang sering menimbulkan kegaduhan harus dihindari. Pencarian buronan bukan untuk kepentingan politik, tetapi untuk menegakkan hukum,” ujar Yudi Senin (23/12).
Dia menambahkan bahwa cara seperti ini berisiko memperburuk citra KPK di mata publik, karena sering dipersepsikan sebagai politisasi atau ‘pesanan’.
Yudi yang berpengalaman dalam menangani buronan koruptor mengusulkan agar KPK fokus pada pencarian Harun Masiku secara diam-diam.
Menurutnya, penyidik KPK perlu bergerak secara lebih tertutup agar pergerakan mereka tidak mudah terdeteksi oleh Masiku atau pihak yang diduga menyembunyikannya.
“Penyidik harus bergerak dengan sangat hati-hati, misalnya dengan menggeledah tempat-tempat yang diduga menjadi persembunyian Masiku atau memantau transaksi keuangan yang mungkin terkait dengan dana untuk membiayai persembunyian tersebut,” tambah Yudi.
Yudi juga menyatakan bahwa kegagalan KPK dalam menangkap Harun Masiku akan menjadi beban besar bagi lembaga tersebut. “Jika Harun Masiku tetap bebas, itu akan menjadi batu ganjalan bagi KPK dan akan sangat sulit untuk memulihkan kepercayaan publik,” tegasnya.
Penangkapan Harun Masiku, yang sudah lama menjadi buronan, dinilai sangat penting bagi pimpinan KPK yang baru.
Keberhasilan dalam menangkap Masiku akan menjadi bukti bahwa KPK mampu menegakkan hukum tanpa terpengaruh oleh kepentingan politik.
Sebaliknya, jika gagal, hal itu hanya akan semakin memperburuk citra KPK di mata masyarakat.***
Artikel ini telah tayang di IndoBisnis.co.id.
