Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
BerandaHUKUM DAN KRIMINALKPK Gandeng Angklung Perempuan Indonesia, Gaungkan Antikorupsi Lewat Seni

KPK Gandeng Angklung Perempuan Indonesia, Gaungkan Antikorupsi Lewat Seni

IndoBisnis — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng komunitas Angklung Perempuan Indonesia (API) untuk menggaungkan semangat antikorupsi melalui seni musik tradisional.

Kolaborasi ini diwujudkan dalam pagelaran seni yang digelar di teras Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Selasa (29/4/2025), dengan menghadirkan legenda musik Tanah Air, H. Rhoma Irama.

Acara bertajuk “Melalui Kesenian Angklung, Gelorakan Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia” ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan bimbingan teknis perempuan antikorupsi yang digagas Direktorat Peran Serta Masyarakat KPK.

Penampilan puluhan perempuan lansia yang tergabung dalam API menggugah antusiasme para hadirin, menunjukkan bahwa perjuangan melawan korupsi dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa mengenal usia.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menegaskan bahwa seni adalah sarana yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kejujuran dan integritas.

“Angklung, dengan kedisiplinan dan kekompakannya, merupakan simbol nyata bagaimana kita harus bertindak dalam pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas seni seperti API sangat penting dalam menumbuhkan kesadaran kolektif dan membangun budaya antikorupsi.

Ia juga menyoroti hasil survei internal KPK tahun 2018 yang menunjukkan bahwa 78 persen responden menganggap korupsi sebagai hal biasa.

“Itu pandangan yang harus diubah. Korupsi bukan budaya. Yang harus dibudayakan adalah kejujuran,” tegasnya.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, turut menyampaikan apresiasi atas semangat para anggota API yang berusia 60 hingga 83 tahun.

Ia menekankan bahwa peran perempuan, khususnya ibu dan nenek, sangat strategis dalam membentuk karakter antikorupsi dalam keluarga.

Sementara itu, H. Rhoma Irama memeriahkan acara dengan menyanyikan lagu-lagu bertema sosial, seperti Indonesia, Keramat, Judi, dan Mirasantika.

Ia menyampaikan dukungannya terhadap langkah KPK yang terus mengedepankan pendidikan dan pencegahan dalam strategi pemberantasan korupsi. “Kita doakan para pejabat takut memakai rompi oranye,” ujarnya.

Ketua API, Effy Kuswita, menyampaikan bahwa angklung bukan sekadar alat musik, melainkan simbol kerja sama, keharmonisan, dan integritas.

“Sama seperti membangun negeri ini, semua harus bergerak dalam satu irama: irama kejujuran,” ucapnya.

Setelah penampilan, sekitar 100 anggota API mengikuti Bimbingan Teknis Perempuan Antikorupsi sebagai bentuk komitmen lanjutan dalam menyebarkan nilai-nilai antikorupsi di masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri para pejabat KPK, termasuk Ketua dan Anggota Dewan Pengawas, serta para direktur dari unit edukasi dan sosialisasi KPK.***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments