IndoBisnis – Google mengambil langkah strategis dalam dunia hiburan dengan meluncurkan inisiatif produksi film dan televisi terbaru bernama “100 Zeros.” Langkah ini dilaporkan oleh Business Insider pada Senin (20/5) dan disebut sebagai bagian dari kemitraan multi-tahun dengan Range Media Partners, sebuah perusahaan bakat dan produksi terkenal di Hollywood.
Menurut laporan Reuters tersebut, tujuan utama dari program ini adalah untuk menjaring proyek-proyek potensial yang bisa dibiayai atau diproduksi bersama Google. Melalui kerja sama ini, Google berharap dapat meningkatkan visibilitas teknologi barunya, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan alat komputasi spasial yang menggabungkan dunia fisik dan virtual.
“Google ingin mempercepat adopsi alat AI dan teknologi imersif lewat pendekatan budaya populer, termasuk film dan TV,” tulis Business Insider mengutip sumber yang mengetahui proyek tersebut.
Inisiatif ini telah lebih dulu terlihat dalam dukungan pemasaran untuk film horor independen Cuckoo pada tahun lalu. “100 Zeros merupakan salah satu produser Cuckoo,” ungkap platform hiburan Letterboxd, menegaskan keterlibatan Google dalam proyek sinematik tersebut.
Google belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari Reuters.
Langkah ini dilakukan saat industri hiburan Amerika Serikat sedang bergulat dengan tantangan berat. Dua pemogokan besar oleh penulis dan aktor pada tahun 2023 menyebabkan lonjakan biaya produksi. Ditambah lagi, kekhawatiran atas potensi tarif baru terhadap film-film impor ke AS menambah tekanan pada rumah produksi dan studio besar.
Google memanfaatkan celah ini. Selain mendanai proyek film secara langsung, perusahaan teknologi tersebut juga menjalin kolaborasi selama 18 bulan dengan Range Media untuk memproduksi dua film bertema AI, yaitu Sweetwater dan LUCID, yang dijadwalkan tayang akhir tahun ini.
“Inilah saat yang tepat bagi Google untuk masuk ke jantung Hollywood, terutama dengan meningkatnya ketertarikan terhadap tema-tema AI dan realitas virtual,” kata seorang analis media dikutip dari laporan yang sama.
Meskipun Google memiliki YouTube sebagai salah satu platform video terbesar di dunia, proyek 100 Zeros tidak akan didistribusikan secara eksklusif di sana. Business Insider menyebutkan bahwa tujuan utama Google adalah menjual proyek film dan serial tersebut ke studio besar dan layanan streaming tradisional seperti Netflix.
Sebagai catatan, YouTube pernah mencoba membuat konten asli melalui YouTube Originals pada 2016. Namun proyek tersebut ditutup pada 2022 ketika perusahaan memutuskan kembali fokus pada konten buatan pengguna dan pengembangan format video pendek seperti YouTube Shorts.
Pelibatan Google dalam dunia film bukan hanya untuk bisnis hiburan. Dengan meningkatnya kompetisi dalam pengembangan kecerdasan buatan, termasuk dari ChatGPT milik OpenAI, Google berupaya menggunakan pengaruh budaya populer untuk memperkenalkan layanan AI-nya seperti Gemini kepada masyarakat luas.
“Kami percaya kekuatan cerita dalam film bisa mempercepat pemahaman publik terhadap AI, sekaligus menunjukkan potensi nyatanya,” ujar perwakilan dari Range Media, seperti dikutip dalam laporan.
Dengan pendekatan ini, Google tidak hanya membidik pengaruh teknologi di dunia digital, tetapi juga ingin menjadi pemain penting dalam narasi budaya dan sosial masa kini.
***
