- Ringkasan Berita
- Harga BBM Thailand pada 10 April 2026 tidak mengalami perubahan setelah penurunan harga solar sebesar 2,14 baht per liter sehari sebelumnya.
- Stabilitas ini menunjukkan strategi pengendalian harga energi, meski kesenjangan harga antarjenis BBM—terutama antara premium dan alternatif—tetap mencolok.
IndoBisnis — Harga eceran bahan bakar minyak (BBM) di Thailand pada 10 April 2026 tercatat tidak berubah. Kondisi ini terjadi setelah penurunan harga solar sebesar 2,14 baht per liter yang mulai berlaku pada 9 April pukul 05.00 waktu setempat, sebagaimana dilaporkan Nation Thailand.
“Harga minyak eceran di Thailand untuk tanggal 10 April 2026 tetap tidak berubah setelah penurunan harga solar sebesar 2,14 baht per liter,” tulis Nation Thailand.
Secara tidak langsung, laporan tersebut menunjukkan bahwa penyesuaian harga hanya difokuskan pada solar, sementara jenis bahan bakar lain dipertahankan guna menjaga stabilitas pasar.
Data harga terbaru di Bangkok dan sekitarnya—di luar pajak pemeliharaan lokal—menunjukkan bahwa kelompok bensin dan gasohol masih berada pada kisaran harga tinggi.
Bensin dijual sebesar 52,54 baht per liter. Super Power Gasohol 95 dari PTT berada di angka 53,04 baht per liter, sementara Gasohol 97 dari Bangchak menjadi yang tertinggi dengan harga 57,54 baht per liter.
Secara tidak langsung, struktur ini mencerminkan segmentasi pasar berbasis kualitas, di mana bahan bakar beroktan tinggi ditempatkan sebagai produk premium dengan harga lebih mahal.
Untuk jenis lainnya, Gasohol 95 berada di angka 43,95 baht per liter, Gasohol 91 sebesar 43,58 baht per liter, Gasohol E20 sebesar 38,95 baht per liter, dan Gasohol E85 menjadi yang paling rendah dengan harga 34,89 baht per liter.
Di sektor diesel, disparitas harga juga terlihat tajam. Super Power Diesel dari PTT dijual seharga 70,44 baht per liter, sementara Hi Premium Diesel S dari Bangchak sedikit lebih tinggi di angka 70,94 baht per liter.
Adapun solar biasa berada di level 48,40 baht per liter, baik dari PTT maupun Bangchak. Sementara itu, Diesel B20 dipasarkan lebih rendah, yakni 43,40 baht per liter.
Secara tidak langsung, data ini menegaskan bahwa penurunan harga solar menjadi satu-satunya koreksi signifikan dalam periode ini. Selebihnya, harga BBM tetap ditahan, mencerminkan strategi menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan upaya pemerintah Thailand dalam meredam tekanan harga energi global tanpa mengganggu struktur pasar domestik secara keseluruhan.
***
Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.
Artikel ini di ulas ulang oleh IndoBisnis dengan judul: Harga Minyak 10 April Stagnan Usai Diesel Dipangkas.
Disclaimer
Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.
IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.
