Selasa, Mei 19, 2026
spot_img
BerandaEKONOMI DAN BISNISPDB AS Direvisi Turun, Laba Korporasi Melonjak

PDB AS Direvisi Turun, Laba Korporasi Melonjak

  • Ringkasan Berita
  • Ekonomi Amerika Serikat pada kuartal IV 2025 direvisi melemah menjadi 0,5% akibat turunnya investasi bisnis dan konsumsi.
  • Namun di tengah perlambatan tersebut, laba perusahaan justru melonjak tajam, memperlihatkan kontras antara kinerja ekonomi riil dan sektor korporasi.

IndoBisnis — Kinerja ekonomi Amerika Serikat pada akhir tahun lalu menunjukkan pelemahan yang lebih dalam dari perkiraan. Data pemerintah yang dirilis Kamis (9 April) mengungkap bahwa turunnya investasi bisnis, termasuk akumulasi persediaan, menjadi faktor utama yang menekan pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat.

Melansir Reuters, dalam estimasi ketiga, Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan mencatat produk domestik bruto (PDB) hanya tumbuh sebesar 0,5% secara tahunan pada periode Oktober–Desember.

“Produk domestik bruto tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 0,5% pada kuartal Oktober–Desember,” demikian dilaporkan Reuters.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan laporan sebelumnya sebesar 0,7% dan jauh di bawah estimasi awal sebesar 1,4%. Secara tidak langsung, revisi ini menegaskan bahwa perlambatan ekonomi AS terjadi lebih tajam dari yang diperkirakan.

Para ekonom sebelumnya memperkirakan pertumbuhan tidak berubah di angka 0,7%. Namun, penyesuaian terbaru menunjukkan melemahnya belanja bisnis, terutama pada produk intelektual dan persediaan.

Tak hanya itu, konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang utama ekonomi AS juga mengalami penurunan.

Secara tidak langsung, laporan tersebut menyebut pertumbuhan konsumsi direvisi menjadi 1,9% dari sebelumnya 2,0%, menandakan melemahnya daya dorong domestik.

Perlambatan ini menjadi kontras tajam dibandingkan kuartal ketiga yang mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 4,4%. Penutupan pemerintahan tahun lalu disebut sebagai salah satu penyebab utama, meskipun data PDB dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi.

Indikator permintaan domestik yang lebih akurat, yakni penjualan akhir kepada pembeli domestik swasta, hanya tumbuh 1,8% pada kuartal keempat. Angka ini turun dari estimasi sebelumnya 1,9% dan jauh di bawah capaian 2,9% pada kuartal sebelumnya.

Namun, di tengah perlambatan ekonomi, sektor korporasi justru menunjukkan performa yang bertolak belakang.

Secara tidak langsung, laporan tersebut mengungkap bahwa laba perusahaan meningkat signifikan, yakni sebesar 246,9 miliar dolar AS pada kuartal keempat, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 175,6 miliar dolar AS pada kuartal ketiga.

Dari sisi pendapatan, ekonomi AS masih mencatat pertumbuhan sebesar 2,6%, meskipun lebih rendah dibandingkan 3,5% pada periode sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata PDB dan pendapatan domestik bruto (GDI)—yang sering digunakan sebagai indikator aktivitas ekonomi yang lebih komprehensif—hanya tumbuh 1,5%, turun tajam dari 4,0% pada kuartal ketiga.

Secara keseluruhan, data ini memperlihatkan jurang yang semakin lebar antara perlambatan ekonomi riil dan lonjakan keuntungan korporasi.

Ke depan, meskipun ada potensi peningkatan pertumbuhan pada kuartal pertama, ketegangan geopolitik global menjadi ancaman baru.

Secara tidak langsung, laporan tersebut memperingatkan bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi mengaburkan prospek ekonomi AS dalam waktu dekat.

***

Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.

Artikel ini di ulas ulang oleh IndoBisnis dengan judul: PDB AS Direvisi Turun, Laba Korporasi Melonjak

Disclaimer

Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments