Jumat, Mei 29, 2026
spot_img
BerandaUncategorizedCIO Danantara: Talenta AI Digaji Rp1 Triliun, Jadi Rebutan Perusahaan Teknologi Dunia

CIO Danantara: Talenta AI Digaji Rp1 Triliun, Jadi Rebutan Perusahaan Teknologi Dunia

  • Ringkasan Berita:
  • Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengungkapkan bahwa persaingan global memperebutkan talenta Artificial Intelligence (AI) semakin ketat.
  • Menurutnya, perusahaan teknologi dunia bahkan berani membayar hingga Rp1 triliun untuk merekrut satu talenta AI terbaik karena jumlah tenaga ahli berkeahlian tinggi di bidang tersebut sangat terbatas.

IndoBisnis – Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyebut talenta Artificial Intelligence (AI) kini menjadi aset paling bernilai di dunia teknologi. Bahkan, perusahaan teknologi global seperti OpenAI dan Meta disebut berani mengeluarkan hingga Rp1 triliun untuk merekrut satu tenaga ahli AI terbaik.

Menurut Pandu, jumlah tenaga kerja dengan kemampuan AI tingkat tinggi di dunia saat ini sangat terbatas. Ia memperkirakan hanya terdapat sekitar 600 hingga 700 talenta AI kelas dunia yang benar-benar memiliki keahlian pada level tertinggi.

“Di AI mungkin the high skilled labor di AI itu di bawah 600–700 orang. Jadi untuk harga satu orang, nih saya kasih contoh ya, satu skilled labor untuk AI yang baru dipindah Pak dari OpenAI pindah ke Meta, per satu orang harganya Rp1 triliun, gaji,” ujar Pandu saat ditemui di Hotel Mulia Senayan dikutip, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Kelangkaan tersebut membuat perusahaan teknologi global berlomba-lomba menawarkan kompensasi fantastis untuk mendapatkan sumber daya manusia terbaik. Persaingan tidak lagi hanya terjadi pada produk dan teknologi, tetapi juga pada perebutan talenta AI yang menjadi motor inovasi industri digital.

Talenta AI menjadi sangat bernilai karena mereka menguasai teknologi yang digunakan untuk mengembangkan model bahasa besar (large language model), kecerdasan buatan generatif, otomatisasi industri, hingga sistem analisis data berskala besar yang kini menjadi fondasi utama bisnis teknologi modern.

Pandu bahkan membandingkan kelangkaan talenta AI dengan atlet profesional di kompetisi olahraga elite dunia.

“Kalau nonton NBA atau Champions League, talenta AI itu lebih dikit daripada di situ. Jadi the best AI person kalau bisa dibayar sekarang, value-nya pun lebih besar dari satu tim bola,” katanya.

Menurut Pandu, dunia saat ini menghadapi dua tantangan tenaga kerja yang berbeda. Di satu sisi, negara-negara harus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja berkemampuan rendah. Di sisi lain, mereka juga harus bersaing untuk menarik tenaga kerja AI dan talenta berkeahlian sangat tinggi yang jumlahnya sangat terbatas.

Kondisi tersebut membuat banyak negara berlomba membangun ekosistem bisnis dan investasi yang mampu menarik talenta global. Salah satu strategi yang kini banyak diterapkan adalah pembangunan pusat keuangan internasional atau financial center.

Pandu menyinggung rencana pemerintah Indonesia membangun financial center di Bali yang disebut Presiden sebagai langkah strategis untuk menarik investasi global sekaligus mendatangkan tenaga kerja berkeahlian tinggi.

“Nah ini sebenarnya salah satu cara untuk bukan saja menarik pendanaan dari family office, tapi untuk menarik extremely high skilled labor,” ujarnya.

Selain sektor Artificial Intelligence, Pandu juga mencontohkan industri perdagangan batu bara global yang menurutnya hanya memiliki sekitar 2.000 trader utama di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang berada pada level tertinggi dan menjadi incaran perusahaan besar.

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa persaingan ekonomi global saat ini semakin bergeser pada perebutan sumber daya manusia unggul. Talenta AI, trader komoditas kelas dunia, hingga tenaga ahli teknologi kini menjadi aset strategis yang menentukan daya saing sebuah perusahaan maupun negara.

Dalam era ekonomi digital, kemampuan menarik dan mempertahankan talenta Artificial Intelligence menjadi salah satu faktor penting bagi Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara maju dalam pengembangan teknologi dan inovasi.

***

Mardan Amin Press IndoBisnis, berkontribusi dalam penulisan laporan ini.

Artikel ini diterbitkan oleh IndoBisnis dengan judul: CIO Danantara: Talenta AI Digaji Rp1 Triliun, Jadi Rebutan Perusahaan Teknologi Dunia

Disclaimer

Informasi yang disajikan oleh IndoBisnis.co.id bertujuan untuk edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran keuangan, hukum, maupun pajak.

IndoBisnis.co.id tidak bertanggung jawab atas keputusan finansial yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca disarankan berkonsultasi dengan penasihat profesional sebelum membuat keputusan penting.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments