JAKARTA – Fenomena menurunnya konsumsi sagu dan umbi-umbian di Indonesia Timur mulai menjadi perhatian. Padahal, kedua komoditas pangan lokal tersebut telah lama menjadi penyangga ketahanan pangan masyarakat di Maluku, Maluku Utara, Papua, dan sejumlah wilayah timur Indonesia.
Data Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan produksi sagu nasional pernah mencapai 463.542 ton pada 2018, namun menurun menjadi 359.838 ton pada 2019. Penurunan produksi ini dinilai sejalan dengan berkurangnya pemanfaatan sagu sebagai sumber pangan utama di sejumlah daerah.
Pangan Lokal Mulai Tergeser
Di berbagai wilayah Indonesia Timur, seperti Maluku, Maluku Utara, dan Papua, sagu serta berbagai jenis umbi-umbian sejak lama menjadi bagian dari budaya pangan masyarakat. Namun, perubahan pola konsumsi membuat pangan lokal tersebut perlahan tergeser oleh beras dan produk pangan olahan.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengurangi keberagaman pangan sekaligus meningkatkan ketergantungan terhadap satu komoditas utama.
***
