Selasa, Juli 21, 2026
spot_img
BerandaBERANDANasionalPemkot Tidore Dorong Revitalisasi ORARI, Perkuat Komunikasi Kebencanaan di Era Digital

Pemkot Tidore Dorong Revitalisasi ORARI, Perkuat Komunikasi Kebencanaan di Era Digital

Pemkot Tidore Dorong Revitalisasi ORARI untuk Perkuat Komunikasi Kebencanaan dan Pelayanan Masyarakat

  • Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mendorong revitalisasi Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Tidore Kepulauan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi.
  • Melalui Musyawarah Lokal ORARI, pemerintah berharap organisasi tersebut kembali aktif, memperkuat komunikasi kebencanaan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat.

TIDORE KEPULAUAN – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menegaskan komitmennya mendukung revitalisasi Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Tidore Kepulauan sebagai organisasi yang memiliki peran strategis dalam komunikasi kebencanaan, pengembangan teknologi komunikasi, serta pelayanan kepada masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan Abdul Hakim Adjam saat mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan membuka secara resmi Musyawarah Lokal ORARI Lokal Kota Tidore Kepulauan yang digelar di Kedai 73, Kawasan Kuliner Tugulufa, Sabtu (18/7/2026).

Dalam sambutannya, Abdul Hakim menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar ORARI Lokal Kota Tidore Kepulauan yang tetap menjaga eksistensi organisasi di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, keberlangsungan organisasi amatir radio menjadi penting karena memiliki fungsi sosial sekaligus mendukung sistem komunikasi alternatif ketika terjadi kondisi darurat.

“Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan mengapresiasi keluarga besar ORARI Lokal Kota Tidore yang terus berupaya menjaga keberadaan organisasi serta menghidupkan kembali peran amatir radio di tengah perubahan zaman,” kata Abdul Hakim.

Abdul Hakim mengatakan ORARI dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan berupa perubahan teknologi komunikasi, perubahan pola komunikasi masyarakat, hingga kevakuman aktivitas organisasi di sejumlah daerah.

Karena itu, Musyawarah Lokal dinilai menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi organisasi, memperkuat konsolidasi internal, menyusun program kerja yang lebih terukur, sekaligus memilih kepengurusan baru yang mampu menghidupkan kembali aktivitas organisasi.

“Musyawarah Lokal ini harus menjadi titik awal konsolidasi organisasi, penyusunan program kerja yang nyata, serta memilih kepengurusan yang mampu membawa ORARI kembali aktif dan bermanfaat,” ujarnya.

Menurut Abdul Hakim, ORARI harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai organisasi komunikasi radio amatir.

Ia menilai radio amatir tidak lagi sekadar menjadi media komunikasi menggunakan perangkat radio, tetapi juga wadah peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan teknologi komunikasi, hingga sarana pengabdian kepada masyarakat.

Transformasi tersebut dinilai penting agar ORARI tetap relevan menghadapi perubahan zaman sekaligus mampu menarik minat generasi muda untuk bergabung.

Abdul Hakim menegaskan bahwa komunikasi radio masih memiliki posisi yang sangat penting, terutama ketika jaringan komunikasi umum mengalami gangguan akibat bencana alam maupun kondisi darurat lainnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan berharap ORARI terus memperkuat kapasitas anggotanya agar mampu mendukung sistem komunikasi kebencanaan secara cepat, efektif, dan andal.

“Kemampuan komunikasi radio tetap memiliki nilai strategis, terutama dalam kondisi darurat ketika jaringan komunikasi umum mengalami gangguan. Karena itu, peran ORARI dalam mendukung komunikasi kebencanaan dan pelayanan masyarakat perlu terus diperkuat,” tegasnya.

Selain memperkuat kapasitas organisasi, Abdul Hakim juga mengingatkan seluruh anggota ORARI agar tetap menjaga profesionalisme, disiplin menggunakan frekuensi radio, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta menjunjung tinggi etika komunikasi.

Ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu membangun organisasi yang semakin solid melalui peningkatan kualitas anggota, regenerasi organisasi, dan pelibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan radio amatir.

Menurutnya, keberhasilan regenerasi akan menentukan keberlangsungan ORARI pada masa mendatang.

“Kami berharap kepengurusan yang terpilih mampu melakukan revitalisasi organisasi, memperkuat kebersamaan anggota, mendorong regenerasi, khususnya melibatkan generasi muda, serta menghadirkan kegiatan yang nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pesannya.

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan berharap Musyawarah Lokal ORARI menghasilkan kepengurusan yang profesional, program kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memperluas kontribusi organisasi dalam bidang komunikasi kebencanaan, pendidikan teknologi komunikasi, kegiatan sosial, dan pelayanan publik.

Melalui revitalisasi organisasi, ORARI diharapkan semakin aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat sistem komunikasi yang tangguh di Kota Tidore Kepulauan.

***

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments